Kampus Terbaik: Lagu, Doa, Mimpi

Hari ini 1 September 2020 adalah Dies Natalis IPB ke 57. Terima kasih kepada Bapak Presiden, para Menteri, Gubernur BI, Pemkab dan Pemkot Bogor, para Rektor, para alumni dan para mitra IPB yang telah memberi atensi dan ucapan selamat. Di awal dan penghujung acara Dies Natalis IPB tersebut, diperdengarkan lagu yang saya ciptakan tahun 2019 khusus menyambut Dies Natalis IPB ke 56, berjudul "Kampus Terbaik". Lagu Kampus Terbaik tidak eksklusif untuk IPB, tetapi berlaku untuk kampus manapun. Isinya universal. Mengapa saya ciptakan lagu tersebut?

Fitrah dan Daya Transformasi

Idul Fitri 1441 H di masa Pandemi Covid-19 memiliki makna khusus. Hal ini karena Pandemi Covid-19 akan menciptakan normal baru yang memerlukan daya adaptasi kita. Idul Fitri menjadi istimewa saat ini karena kemudian dikaitkan dengan relevansinya untuk memasuki tatanan hidup baru tersebut. Idul Fitri menghasilkan status “fitrah” atau kesucian pada diri kita, dan pertanyaannya adalah bagaimana status fitrah tersebut dapat menjadi modal untuk proses transformasi menuju dan mengisi normal baru?

Dimensi Individual dan Sosial Puasa

Marhaban Ya Ramadhan. Bagaimana kita memaknai hikmah puasa Ramadhan secara multi dimensi? Setidaknya ada empat dimensi penting hasil menjalankan ibadah puasa Ramadhan baik pada level individual maupun sosial yaitu: (1) dimensi spiritual intelligence , (2) physical intelligence , (3) emotional intelligence , dan (4) social intelligence.

Legacy

Saat kita ditanya bekal apa yang sudah kita siapkan untuk menuju kematian? Maka kita akan mengatakan bahwa ibadah kepada Allah Swt secara intensif dan berkualitas akan menjadi bekal kita. Lalu apa lagi? Ternyata Rasulullah SAW dalam sebuah hadits sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah pernah mengatakan, "Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh ". Disinilah kita baru mengenal ada dua dimensi bekal, yaitu bekal ibadah (vertikal) dan bekal muamalah (horisontal).

Taman Kehidupan

Ketika SMP saya pernah membaca buku kecil karya Abul A'la Al Maududi yang menceritakan tentang kematian. Buku itulah yang menginspirasi saya untuk menulis refleksi ringan ini. Kehidupan adalah ibarat sebuah taman, yang berisi aneka tanaman dengan komposisi beragam, tergantung pada pencipta taman itu. Supaya taman terlihat indah, kadang ada tangkai yang harus dipotong. Kadang dedaunan juga harus dipangkas. Kadang ada tanaman berbunga yang harus dicabut. Mengapa tanaman berbunga indah harus dicabut sementara rumput tetap dibiarkan tumbuh ?

Nikmat 'Intangible'

Saya teringat pesan ringan tentang syukur dalam sebuah kultum Ust Syafii Antonio usai sholat Subuh di Mesjid Andalusia setahun yang lalu. Kita bersyukur ketika mendapat rezeki yang banyak dan jabatan yang baik. Itulah kenikmatan dunia yang secara manusiawi kita inginkan. Harta dan tahta adalah nikmat "tangible", sebuah nikmat material yang nyata. Namun sudahkah kita selalu mensyukuri nikmat-nikmat lain yang "intangible"? Nikmat "intangible" adalah nikmat Allah yang sering kita anggap tidak nyata sehingga sering kita lupakan. Apakah kita selalu bersyukur diberi otak yang sehat sehingga daya ingat, kemampuan berpikir, dan fungsi perintah kepada seluruh organ tubuh berjalan baik? Ketika otak mengalami cedera amat sedikit saja akan bedampak sistemik. Peredaran darah yang lancar adalah anugerah yang luar biasa. Bayangkan kalau sedikit saja tersumbat, apa yang terjadi? Kita diberi nikmat mata untuk penglihatan. Kita diberi nikmat telinga untuk pendengaran. Kita diberi nikmat mulut untuk bicara dan juga menjadi pintu makan minum. Kita diberi hidung untuk penciuman. Itu semua adalah adalah kenikmatan yang tak ternilai harganya, namun seringkali kita menganggap biasa-biasa saja.

Menjadi Proaktif

Kepada seluruh Civitas akademika IPB, saya terus mendoakan agar kita semua selalu dalam kondisi sehat walafiat, dan kita semua menjadi bagian dari solusi atas masalah Covid-19 yang saat ini melanda dunia. Kita doakan saudara-saudara kita yang sedang kurang sehat segera sehat kembali, semoga krisis Covid-19 segera berlalu dan kita semua dapat mengambil hikmah dari semua ini. Kesehatan adalah modal biologis terpenting yang membuat kita bisa terus berkarya menjadi orang yang bermanfaat.

Facing Uncertainty

Today we feel what uncertainty is. Covid-19, which became a global pandemic, really made the around the world haunted by uncertainty. Collective anxiety continues to increase. We do not know what will happen today and other surprises in the future. Uncertainty occurs when we are unable to predict our actions. Our job is to make uncertainty certainty. Capacity and capability are the key to transforming uncertainty into certainty. Uncertainty will last a long time when something is new and we have no knowledge about it. Instead, uncertainty will soon pass when we have the knowledge and ability to deal with it. This is exactly the formula for dealing with VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) which must be changed to VUCA (Vision, Understanding, Clarity, Agility). One key word to deal with uncertainty is "Understanding", which naturally demands a certain amount of information and knowledge so that we can predict what will happen.

Greetings for The Learners

I congratulate to the Lecturers of IPB to start their noble duty of lecturing on even semester on January 20 2020. Let us give more lecturing content not only delivering and explaining lecture, but also inspiring the students. Wiseman said, the great teacher is inspiring. Inspiring means wakening the spirit up on student to learn, think and do something for benefit. The more we inspire, the more student love the knowledge we deliver, and the more student love the lecture. Their love on our lecture is a door for them to become a powerful agile learner, as we need on new curriculum of IPB or K2020. Becoming tough and agile learner is an important provision to face the change and the uncertainty. Only the learner mental that be adaptive to change. Science develops still and only tough learner that can follow science development and even become the decision making of science. Stephen Covey said, “keep sawing, but do not forget to sharpen it. Knowledge and skill we use can become blunt when volatility of change happens, except we still sharpen it. Sharpening is a sign of learner.

Academic Freedom And Democratic Transition

Optimism in founding nation is a must because it will give positive energy in thinking and action. Optimism now start to stream and the momentum is on 2045 right after 100 years independence of Indonesia. It expected that Indonesia will become one of the global economic power by GDP USD 7.3 Trillion and per capita income USD 25 thousands.