Age, Gratitude, And Footprint

All days are important. But today feels more important because it becomes a momentum to realize that by the increasing age, the opportunity in life is reduced. Therefore there is no other way but to make life more meaningful. What is a meaningful life? Meaningful life means the increase of output and impact per unit of time in our lives. Impact to who? of course to the others and the universe. Meaningful life is life that is beneficial to others because of the words of the Prophet: khoirunnaas anfa'ahum linnaas, which means that the best of humans is ones who bring benefit for others. The song of "Anugerah" that I created a few years ago tells about it, about the contemplation of aging. In order for life to be meaningful, then the rest of life must be filled by thankfulness by increasing footprints that have a greater impact wherever we are and in any position. If you are grateful, surely We will increase you (in favor) (QS Ibrahim 7)

Inspiration, Innovation, and Integrity

Congratulations on the 56th Anniversary of IPB today, September 1, 2019. We are grateful that our age has increased, of course, achievements must also increase. Every second of age is an opportunity to increase achievement. Our existence in the future is very dependent on the utilization of our second increase in time. Existence can grow linearly, it can also grow exponentially, but it can also "nyungsep". It all depends on the quality of our time utilization. If we consider time as an opportunity to grow, then there is no other way than day to day thinking and act smart to capture opportunities. Meanwhile, if we add time we consider as a burden, then there is anxiety every time. This is exactly what he was anxious about during the 2 × 15 minute extension of the football match because he was more afraid of conceding goals than optimism to actually add goals. The existence of IPB until now has benefited from the people in it who utilize the added time very well and proactive attitude. If we study the journey of IPB so far since its establishment in 1963, there are three factors causing the success of IPB, namely INSPIRATION, INNOVATION, and INTEGRITY

Kampus Terbaik: Lagu, Doa, Mimpi

Hari ini 1 September 2020 adalah Dies Natalis IPB ke 57. Terima kasih kepada Bapak Presiden, para Menteri, Gubernur BI, Pemkab dan Pemkot Bogor, para Rektor, para alumni dan para mitra IPB yang telah memberi atensi dan ucapan selamat. Di awal dan penghujung acara Dies Natalis IPB tersebut, diperdengarkan lagu yang saya ciptakan tahun 2019 khusus menyambut Dies Natalis IPB ke 56, berjudul "Kampus Terbaik". Lagu Kampus Terbaik tidak eksklusif untuk IPB, tetapi berlaku untuk kampus manapun. Isinya universal. Mengapa saya ciptakan lagu tersebut?

Fitrah dan Daya Transformasi

Idul Fitri 1441 H di masa Pandemi Covid-19 memiliki makna khusus. Hal ini karena Pandemi Covid-19 akan menciptakan normal baru yang memerlukan daya adaptasi kita. Idul Fitri menjadi istimewa saat ini karena kemudian dikaitkan dengan relevansinya untuk memasuki tatanan hidup baru tersebut. Idul Fitri menghasilkan status “fitrah” atau kesucian pada diri kita, dan pertanyaannya adalah bagaimana status fitrah tersebut dapat menjadi modal untuk proses transformasi menuju dan mengisi normal baru?

Dimensi Individual dan Sosial Puasa

Marhaban Ya Ramadhan. Bagaimana kita memaknai hikmah puasa Ramadhan secara multi dimensi? Setidaknya ada empat dimensi penting hasil menjalankan ibadah puasa Ramadhan baik pada level individual maupun sosial yaitu: (1) dimensi spiritual intelligence , (2) physical intelligence , (3) emotional intelligence , dan (4) social intelligence.

Legacy

Saat kita ditanya bekal apa yang sudah kita siapkan untuk menuju kematian? Maka kita akan mengatakan bahwa ibadah kepada Allah Swt secara intensif dan berkualitas akan menjadi bekal kita. Lalu apa lagi? Ternyata Rasulullah SAW dalam sebuah hadits sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah pernah mengatakan, "Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh ". Disinilah kita baru mengenal ada dua dimensi bekal, yaitu bekal ibadah (vertikal) dan bekal muamalah (horisontal).

Taman Kehidupan

Ketika SMP saya pernah membaca buku kecil karya Abul A'la Al Maududi yang menceritakan tentang kematian. Buku itulah yang menginspirasi saya untuk menulis refleksi ringan ini. Kehidupan adalah ibarat sebuah taman, yang berisi aneka tanaman dengan komposisi beragam, tergantung pada pencipta taman itu. Supaya taman terlihat indah, kadang ada tangkai yang harus dipotong. Kadang dedaunan juga harus dipangkas. Kadang ada tanaman berbunga yang harus dicabut. Mengapa tanaman berbunga indah harus dicabut sementara rumput tetap dibiarkan tumbuh ?

Nikmat 'Intangible'

Saya teringat pesan ringan tentang syukur dalam sebuah kultum Ust Syafii Antonio usai sholat Subuh di Mesjid Andalusia setahun yang lalu. Kita bersyukur ketika mendapat rezeki yang banyak dan jabatan yang baik. Itulah kenikmatan dunia yang secara manusiawi kita inginkan. Harta dan tahta adalah nikmat "tangible", sebuah nikmat material yang nyata. Namun sudahkah kita selalu mensyukuri nikmat-nikmat lain yang "intangible"? Nikmat "intangible" adalah nikmat Allah yang sering kita anggap tidak nyata sehingga sering kita lupakan. Apakah kita selalu bersyukur diberi otak yang sehat sehingga daya ingat, kemampuan berpikir, dan fungsi perintah kepada seluruh organ tubuh berjalan baik? Ketika otak mengalami cedera amat sedikit saja akan bedampak sistemik. Peredaran darah yang lancar adalah anugerah yang luar biasa. Bayangkan kalau sedikit saja tersumbat, apa yang terjadi? Kita diberi nikmat mata untuk penglihatan. Kita diberi nikmat telinga untuk pendengaran. Kita diberi nikmat mulut untuk bicara dan juga menjadi pintu makan minum. Kita diberi hidung untuk penciuman. Itu semua adalah adalah kenikmatan yang tak ternilai harganya, namun seringkali kita menganggap biasa-biasa saja.

Menjadi Proaktif

Kepada seluruh Civitas akademika IPB, saya terus mendoakan agar kita semua selalu dalam kondisi sehat walafiat, dan kita semua menjadi bagian dari solusi atas masalah Covid-19 yang saat ini melanda dunia. Kita doakan saudara-saudara kita yang sedang kurang sehat segera sehat kembali, semoga krisis Covid-19 segera berlalu dan kita semua dapat mengambil hikmah dari semua ini. Kesehatan adalah modal biologis terpenting yang membuat kita bisa terus berkarya menjadi orang yang bermanfaat.