Pengantar Rektor IPB pada Penghargaan IRRI kepada Pemerintah RI atas Pencapaian Rice Self Sufficiency dan Resiliensi

Pertama, perkenankan saya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Joko Widodo atas penghargaan yang diberikan oleh IRRI sebagai Lembaga Penelitian Beras ternama di dunia atas pencapaian Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan beras di masa pandemi COVID-19 tanpa impor. Indonesia dipandang sebagai negara yang mampu berswasembada sekaligus memiliki resiliensi atau ketangguhan menghadapi bencana COVID-19. Penghargaan ini terasa sangat bermakna di tengah ancaman krisis pangan yang dihadapi dunia, sekaligus menjadi hadiah hari kemerdekaan RI ke 77.

Syukur Era 4.0

BILA dihitung, jumlah ayat dalam Alquran yang berisi perintah untuk terus mensyukuri nikmat itu ada sekitar 69 ayat yang tersebar dalam 37 surat.Terus diulang-ulanginya kata syukur itu sebagai peringatan agar kita tidak mengulang kisah-kisah sebelumnya. Seperti dalam QS Ibrahim ayat 6 dan 7, yang artinya, "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari (Firaun dan) pengikut-pengikutnya,” dan lalu disambung dengan ayat berikutnya "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."

Puasa dan Pribadi Unggul

BULAN Ramadan adalah momentum untuk peningkatan kualitas diri. Inilah ‘sekolah’ yang diciptakan Allah SWT agar kaum mukminin punya kesempatan untuk sejenak fokus pada peningkatan kualitas diri, yang tecermin dari kualitas relasi transendental (habluminallah) dan relasi sosial (habluminannas).

FUTURE MINDSET DAN PELOPOR INOVASI

Saat sambutan Dies Natalis IPB ke 58, Presiden Joko Widodo meminta IPB untuk menjadi pelopor inovasi. Beliau sadar betul bahwa kemajuan sebuah bangsa hanya terwujud ketika ada kemajuan inovasi. Hasil studi juga membuktikan bahwa Global Innovation Index (GII) berkorelasi positif dengan PDB/Kapita suatu negara: semakin tinggi PDB/kapita suatu negara maka semakin tinggi nilai GII nya. Karena itu sangatlah mudah menebak apakah suatu negara akan maju pesat ekonominya atau tidak. Lihat saja perkembangan inovasi di dalamnya. Ketika iklim inovasi kondusif, dan aneka inovasi bermunculan secara konsisten, maka sudah dapat diduga ada harapan bahwa bangsa tersebut akan menjadi bangsa besar. Sebaliknya kita juga bisa menduga sebuah bangsa yang iklim inovasinya tidak kondusif dan tidak ada lompatan-lompatan inovasi, maka sulit masuk akal untuk mengatakan bahwa bangsa tersebut akan cepat maju. Dengan demikian inovasi bisa menjadi indikator paling mudah tentang prospek sebuah bangsa di masa depan.

PAK MATTJIK: HIDUP HARUS BERUBAH!

"Pak Rektor, semua aman-aman saja kan?" Itulah kalimat yang selalu Prof Dr Ahmad Ansori Mattjik (Pak Mattjik) sampaikan manakala beliau masuk ke ruang kerja saya di gedung rektorat IPB. Dalam kesibukannya, beliau selalu menyempatkan diri untuk mampir, meski hanya sekedar menyapa. "Pak Mattjik, saya butuh masukan dan bimbingan Bapak", itu pula kalimat yang selalu saya sampaikan. Silaturahmi spontan 5-10 menit itu, sungguh telah mampu menciptakan energi yang besar buat saya.

Kejernihan

Minal Aidin Wal Faizin. Atas nama pribadi, keluarga, dan IPB saya memohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua tergolong orang yang kembali kepada fitrah, yakni yang memiliki kejernihan multidimensi.

KEKUATAN KEMAUAN

Kata pepatah orang bisa maju karena “3 K”, yaitu kemauan, kemampuan, dan kesempatan. Dari tiga “K” tersebut yang jamak disebut orang sebagai faktor tersulit adalah kesempatan, karena kesempatan seolah diluar kontrol kita. Sementara semua orang bisa dengan mudah memiliki kemauan dan kemampuan.

Excellent Innovation

Saya mengucapkan selamat tahun baru 2021 kepada seluruh Civitas Akademika IPB. Semoga pengalaman 2020 menjadi bahan pembelajaran penting untuk penyempurnaan 2021, dan kita semua sehat walafiat penuh keberkahan dan kesuksesan.

Lompatan Menjadi Bangsa Besar

Charles Darwin pernah mengatakan bahwa yang bisa bertahan bukan semata yang terkuat dan terpintar, namun yang responsif terhadap perubahan. Kini kita hidup di alam perubahan yang begitu cepat, diiringi dengan ketidakpastian dan kompleksitas yang amat tinggi. Lihat saja tahun 2020, di saat kita baru mulai menyadari arus besar Revolusi Industri 4.0, tiba-tiba pandemi Covid-19 datang secara tak terduga. Pandemi Covid-19 telah menjadi sumber ketidakpastian baru: kapan kerja akan kembali normal dan kapan sekolah buka secara luring sebagaimana biasanya? Ketidakpastian ini telah berdampak secara ekonomi, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Ketidakpastian pada akhirnya telah menjadi ketidakpastian global. Artinya, semua negara berada dalam situasi yang sama, sehingga siapa yang paling responsif maka dialah yang akan bertahan. Bagaimana agar Indonesia tergolong tidak saja bertahan pada 2021, tetapi juga menjadikan 2021 sebagai momentum kebangkitan baru?

5 Pesan Rektor IPB

Ada 5 pesan dan harapan saya pada alumni IPB pada Forum Silaturahmi Alumni (FSA) IPB, 19 September 2020. Pertama, Alumni IPB harus kompak, solid, saling membesarkan, dan jangan ada konflik yang tidak perlu di media sosial. Ingat pepatah Jawa “kalah wirang menang orang kondang” yang artinya kalah malu dan menang tidak dapat apa-apa.