Dosen Fakultas Kedokteran IPB University Ungkap Dampak Dehidrasi Saat Puasa pada Kesehatan Kulit

Dosen Fakultas Kedokteran IPB University Ungkap Dampak Dehidrasi Saat Puasa pada Kesehatan Kulit

Dosen Fakultas Kedokteran IPB University Ungkap Dampak Dehidrasi Saat Puasa pada Kesehatan Kulit
Berita / Riset

Selama menjalankan ibadah puasa, seseorang tidak mengonsumsi makanan dan minuman selama belasan jam. Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr Rachmah Diana Putri, SpDVE, MKes, FINSDV,FAADV, mengatakan, hal ini dapat mempengaruhi vitalitas kulit, yang cenderung menurun akibat dehidrasi.

Kulit yang kering akibat dehidrasi bisa menjadi merah, gatal, dan perih, terutama saat berada di suhu dingin. Apabila terus dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan iritasi yang sulit dihindari.

Menurutnya, kulit yang kering akan terasa kencang, tampak berkerut, kusam, kasar, dan terkadang terasa gatal. Dalam kondisi yang cukup parah, kulit kering dapat disertai kemerahan, tanda peradangan, hingga mengelupas.

Kekurangan cairan selama puasa akan menyebabkan masalah pada kulit, salah satunya kulit kering dan kusam. Lebih detail, dr Rachmah membagikan sejumlah masalah kulit akibat dehidrasi yang perlu diwaspadai.

Masalah Kulit Akibat Kekurangan Cairan Saat Puasa
1. Kulit kering
dr Rachmah menuturkan, kekurangan cairan saat puasa dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembabannya. Aktivitas yang tetap dilakukan selama puasa juga mengeluarkan keringat dan urine, yang semakin memperparah dehidrasi kulit.

2. Kulit kusam dan penumpukan sel kulit mati
“Dehidrasi menghambat sirkulasi darah, sehingga volume darah yang dialirkan ke kulit berkurang. Akibatnya, kulit terlihat kusam dan pucat serta lebih rentan mengalami penuaan dini,” ungkap dr Rachmah.

Ia menambahkan bahwa kulit yang kering juga lebih mudah mengalami penumpukan sel kulit mati, yang menghambat regenerasi kulit.

3.Wajah tampak lelah
Dijelaskan dr Rachmah, kekurangan cairan serta nutrisi seperti vitamin dan mineral dapat menurunkan kesehatan dan kecantikan kulit. Ditambah kurang tidur di malam hari, wajah bisa terlihat lebih sayu dan lelah.

“Kondisi ini bisa diperburuk dengan stres, yang dapat meningkatkan produksi hormon kortisol, menyebabkan kulit menjadi lebih berminyak dan rentan terhadap jerawat,” imbuhnya.

4. Jerawat dan beruntusan
Pola makan yang kurang sehat, seperti mengonsumsi gorengan dan minuman manis, kurang minum air, serta kurang istirahat dapat mengganggu metabolisme tubuh. Hal ini tidak hanya berdampak pada pencernaan, tetapi juga meningkatkan risiko munculnya jerawat.

“Kurangnya asupan serat juga dapat memperlambat proses detoksifikasi tubuh, sehingga memperburuk kondisi kulit,” tambahnya.

Penyebab Kulit Kering dan Kusam Saat Puasa
1. Kekurangan cairan
Banyak orang lupa memenuhi kebutuhan cairan tubuh saat puasa, sehingga kulit menjadi kering dan kusam.

“Disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 8 gelas air per hari dengan pola 2-4-2, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas antara berbuka dan sahur, serta 2 gelas saat sahur,” terang dr Rachmah.

2. Kurang tidur
Tidur yang cukup penting untuk menjaga keseimbangan hormon yang berperan dalam kesehatan kulit. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol yang memperburuk inflamasi kulit. Pastikan tidur minimal 6-8 jam setiap malam.

3. Mandi terlalu lama
Mandi terlalu lama, terutama dengan air panas, dapat melarutkan lapisan lemak alami pada kulit, sehingga kulit menjadi lebih kering dan mudah iritasi. Gunakan air hangat atau air dingin untuk mandi dan batasi durasi tidak lebih dari 10 menit.

4. Terlalu banyak konsumsi makanan berminyak
Makanan berminyak seperti gorengan dapat merusak antioksidan dan meningkatkan produksi minyak berlebih pada kulit, yang berpotensi menyebabkan jerawat.

“Sebaiknya konsumsi makanan yang mengandung lemak sehat, seperti alpukat, ikan salmon, dan kacang-kacangan untuk menjaga elastisitas dan kelembaan kulit,” pesannya.

Untuk menjaga kesehatan kulit saat puasa, pastikan mengonsumsi cukup air, tidur yang cukup, serta menjaga pola makan yang sehat dan seimbang. “Gunakan pelembap berbahan alami untuk membantu menjaga kelembapan kulit selama menjalankan ibadah puasa,” tutur dr Rachmah. (dr)