IPB University Kini Punya SKHB-JAPFA Poultry Health Research


Setelah delapan bulan peletakan batu pertama dilakukan, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biosains (SKHB) IPB University dan PT JAPFA Tbk meresmikan JAPFA Poultry Health Research Farm, (24/1) di Kampus IPB Dramaga. Rektor IPB University, Prof Arif Satria dan Komisaris Utama PT JAPFA Tbk, Syamsir Siregar hadir dalam peresmian ini.

Pembangunan JAPFA Poultry Health Research Farm merupakan bagian dari kerjasama antara SKHB IPB University dengan PT JAPFA Tbk dalam rangka meningkatkan sumberdaya manusia berkualitas unggul dan menunjang penelitian serta pengembangan sektor perunggasan di Indonesia.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria menyampaikan bahwa dengan diresmikannya SKHB-JAPFA Poultry Health Research Farm ini, ia berharap prasarana tersebut mampu dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai sarana pendukung penelitian dan eksplorasi mendalam terkait kesehatan unggas. Hal ini sesuai dengan visi IPB University yang mengedepankan riset dan inovasi, salah satunya di bidang pertanian dan biosains tropika.

"Pembangunan kandang penelitian ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh segenap sivitas akademika untuk melakukan riset yang relevan dengan permasalahan ternak atau unggas," ungkap Prof Arif. Menurutnya, hasil penelitian tersebut dapat digunakan sebagai perbaikan yang berujung pada peningkatan produktivitas dan efektivitas industri perunggasan tanah air. Sehingga, kolaborasi ini kedepannya diharapkan mampu memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam mendorong inovasi dan meningkatkan produksi pangan berprotein hewani.

Dekan SKHB IPB University, Prof Deni Noviana menilai bahwa SKHB-JAPFA Poultry Health Research Farm merupakan fasilitas yang sangat baik. Fasilitas ini disiapkan dan dirancang dengan sangat baik untuk menunjang proses pembelajaran, penelitian dan dalam lingkup tri dharma perguruan tinggi.

“Saat ini alumni SKHB IPB University yang bekerja di bidang perunggasan masih paling banyak, sekitar 40 persen. Perunggasan masih menjadi satu lapangan pekerjaan yang paling banyak untuk dokter hewan,” terangnya.

Oleh karena itu, imbuhnya, pengembangan teknologi terbaru perunggasan perlu dilakukan di dalam kampus. Saat ini cukup banyak penelitian-penelitian yang dilakukan di kampus terkait dengan perkembangan vaksin, obat-obatan, feed additive dan lain sebagainya.

“Terkait dengan hal tersebut, dibutuhkan fasilitas yang baik,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama Syamsir Siregar, Komisaris Utama PT JAPFA mengungkapkan bahwa sebagai penyedia protein hewani yang terjangkau dan berkualitas, PT JAPFA memiliki perhatian yang tinggi terhadap riset dan inovasi, utamanya perunggasan.

"Hal tersebut diwujudkan salah satunya melalui pembangunan SKHB-JAPFA Poultry Health Research Farm yang diresmikan hari ini,” ujar Syamsir Siregar.
 
Dengan adanya kerjasama dengan IPB University, ia berharap dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) terutama di bidang perunggasan, serta memiliki daya saing unggul di kancah internasional. 

"Untuk kegiatan sosial yang berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, PT JAPFA terus mendukung pengembangan kualitas hidup, sesuai dengan nilai perusahaan yakni Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama," tutupnya.

SKHB-JAPFA Poultry Health Research Farm memiliki luas bangunan 288 meter persegi yang dibangun di kawasan Kampus IPB, Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Hibah kandang penelitian pemberian PT JAPFA tersebut ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar. (Ns/Zul)



Published Date : 25-Jan-2023

Resource Person : Prof Arif Satria, Syamsir Siregar

Keyword : IPB University, SKHB, PT JAPFA

SDG : SDG 4 - QUALITY EDUCATION, SDG 9 - INDUSTRY, INNOVATION AND INFRASTRUCTURE, SDG 17 PARTNERSHIPS FOR THE GOALS