Dosen Mengabdi IPB University Ingatkan Manfaat Menanam Sayur di Pekarangan Rumah


Pekarangan selain dapat dimanfaatkan untuk menambah estetika rumah,  juga bisa dijadikan sebagai penambah penghasilan keluarga. Berbagai hasil akan didapat jika pekarangan dimanfaatkan secara optimal.

“Dengan sentuhan ide bisnis yang tepat, pekarangan yang sebelumnya dibiarkan tidak terurus, mampu mengurangi pengeluaran dan menambah penghasilan untuk perekonomian keluarga,” ujar Uding Sastrawan SP, MSi, dosen IPB University dari Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi dalam kegiatan Dosen Mengabdi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) akhir bulan lalu di Kelurahan Batutulis Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor.

Wilayah ini merupakan salah satu kelurahan yang memiliki tingkat kepadatan tertinggi ke tiga di Kota Bogor dengan jumlah penduduk 153,14 jiwa per kilometer persegi. Ini berarti  per kilometer persegi luas lahan ditempati 153 jiwa. Hal ini menunjukkan penggunaan lahan di kelurahan Batutulis semakin padat dan lahan kosong semakin berkurang.

Selain itu, salah satu misi dari Kecamatan Bogor Selatan, yaitu memberdayakan warga untuk menciptaan lingkungan yang rapi, bersih, aman dan nyaman  dan berwawasan lingkungan.  

Sementara itu menurut Ir Hermawan Wana, MSi, dosen IPB University dari program studi yang sama yaitu Manajemen Agribisnis, program ini merupakan salah satu solusi bagi kaum perempuan atau ibu-ibu rumah tangga yang tergabung di  Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Batutulis untuk menanam berbagai jenis sayuran yang dapat segera dikonsumsi oleh rumah tangga. Program ini juga diharapkan dapat menciptakan keuntungan ganda yaitu dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan ikut membantu meringankan beban keluarga serta menambah pendapatan.

“Pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam sayuran tidak terlepas dari kondisi pentingnya keluarga dalam menangkap pelung kerja, meningkatkan pendapatan, menambah nilai tambah bagi keluarga maupun masyarakat.  Secara ekonomi dengan menanam sayuran di pekarangan rumah dapat memberikan keuntungan karena menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa aspek teknis yang perlu diperhatikan dan diketahui oleh warga. Yakni menanam benih yang baik, media tanam yang digunakan, pemeliharaan benih yang sudah tumbuh, dimana selanjutnya pemindahan bibit yang sudah siap dipindahkan ke lahan, pot, polybag atau memanfaatkan barang-barang bekas. Pemeliharaan ini menyangkut penyiraman, pemupukan ulang, dan penyiangan dari tanaman pengganggu, serta terakhir proses pemanenan sayur.

“Keuntungan lain dengan menanam sayuran di pekarangan rumah sendiri adalah sayuran terhindar dari peptisida atau bahan kimia lainnya. Sayuran yang di konsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi seseorang dalam sehari sekitar 3-5 porsi sehari, dimana satu porsi sayuran sekitar 100 gram,” ujar Ani Nuraeni, SP, MPd, dosen IPB University dari Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi. (**/Zul)



Published Date : 09-Sep-2020

Resource Person : Uding Sastrawan SP, MSi

Keyword : Dosen Mengabdi, Sekolah Vokasi, Pekarangan, IPB University, LPPM

SDG : SDG 12 - RESPONSIBLE CONSUMTION AND PRODUCTION, SDG 8 - DECENT WORK AND ECONOMIC GROWTH