Potensi Organisme Daratan dan Lautan Indonesia Sebagai Sumber Obat


Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan IMPASKA Departemen Kimia beserta Tropical Biopharmaca Research Center (Trop BRC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University kembali menggelar webinar IPB Chem, (29/06). Webinar ini utamanya membahas perkembangan dan informasi seputar dunia biofarmasi dan kimia. 

Sri Fatmawati, PhD dari Departemen Kimia Fakultas Sains dan Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh November menceritakan bahwa sejak kecil, Sri sudah menyukai jamu. Minuman pahit namun bermanfaat bagi kesehatan tersebut. Kecintaannya terhadap jamu membawanya hingga menjadi peneliti di bidang biofarmasi. 

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan megabiodiversitas terbesar kedua di dunia memiliki potensi di industri farmasi.  Melalui serangkaian penelitian di Laboratorium NPSC – ITS yang bekerjasama dengan institusi luar negeri, Sri dan timnya menemukan senyawa metabolit sekunder yang menarik dari beberapa jenis organisme di Indonesia. Senyawa metabolit tersebut yang nantinya akan dikembangkan menjadi obat herbal karena sifat antioksidannya. 

Proses isolasi senyawa metabolit dilakukan tak hanya pada tumbuhan namun organisme seperti jamur Ganoderma lingzhi yang memiliki senyawa metabolit Ganoderic acid Df dan Ganoderol B. Selain itu terdapat temuan pada tanaman endemik di Papua yaitu Garcinia Latissima Miq yang memiliki senyawa kaempferol.  Temuan-temuan tersebut terus dikembangkan oleh NPSC agar nantinya bisa dimanfaatkan secara luas.

Selain di daratan, lautan pun memiliki potensi pemanfaatan senyawa metabolit sekunder pada organisme laut atau bisa disebut dengan Marine Natural Products (MNPs). Dr Novriyandi Hanif, dosen IPB University dari Divisi Kimia Organik, Departemen Kimia hadir untuk membahas hal tersebut. Berdasarkan data yang dimilikinya, Indonesia telah melakukan biosintesis terhadap 94 spesies organisme laut baik makro dan mikroorganisme serta 732 temuan baru. Pada dekade terakhir, penyumbang terbanyak MNPs baru merupakan senyawa alkaloid.  Penyumbang penemuan terbanyak berasal dari Porifera dan sebagian besar senyawa temuan MNPs bersifat sitotoksik. Sebagian besar temuan itu pula berasal dari daerah timur Indonesia, khususnya pada área coral triangle. 

Pada penelitian terbarunya, Dr Novriyandi menemukan senyawa antibiotik PBDEs dari spons laut Lamellodysidea herbácea dari perairan Selat Sunda. Senyawa PBDE tersebut memiliki struktur kimia yang unik dan langka, dimana memiliki aktivitas ampuh pada bakteri gram positif. Modifikasi terhadap gugus fenol memungkinkan bagi senyawa tersebut untuk meningkatkan aktivitas antibakterinya. Temuan senyawa unik lain juga ditemukan pada beberapa spesies spons dan terumbu karang.

Baru-baru ini IPB University mengadakan summer course ISCMNP 2019 atas perkembangan MNPs Indonesia. Tujuannya adalah untuk sharing skill dan mengelola sumber daya hayati laut Indonesia,” ungkapnya. (MW/Zul)

 



Published Date : 30-Jun-2020

Resource Person : Sri Fatmawati, PhD

Keyword : Departemen Kimia, IPB University, potensi biofarmaka Indonesia, dosen IPB