Danang Priyambodo Berbagi Tips Beternak Burung Puyuh, Peluang Usaha di Masa Pandemi COVID-19


Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak tenaga kerja yang dirumahkan sehingga tidak memiliki pekerjaan kembali. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kejenuhan selama melakukan aktivitas di rumah dan juga sebagai peluang usaha adalah dengan beternak burung puyuh. Semua orang pasti sudah sangat mengenal hasil produk dari burung puyuh yaitu telur puyuh yang banyak digunakan sebagai bahan olahan makanan. Selain telur, daging burung puyuh juga sudah banyak diminati oleh masyarakat sebagai bahan makanan. 

Selain dapat digunakan untuk belajar beternak, budidaya burung puyuh juga dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan atau pekerjaan baru di tengah kondisi pandemi COVID-19 seperti ini. Burung puyuh memiliki beberapa kelebihan yang dapat diandalkan sebagai media untuk belajar beternak dan juga sebagai sarana untuk memulai suatu usaha. 

Menurut Danang Priyambodo, SPt, MSi, dosen IPB University dari Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak Sekolah Vokasi, ada beberapa kelebihan burung puyuh. Yakni umur produksi yang cepat.  Burung puyuh mulai memproduksi telur pada umur 40 hari setelah menetas. Dalam waktu kurang lebih sekitar 1,5 bulan kita sudah dapat memperoleh telur dari puyuh yang dipelihara. 

Ukuran tubuh burung puyuh kecil. Tubuh burung puyuh yang berukuran kecil ini membuat biaya yang dikeluarkan oleh peternak tidak terlalu besar. Satu ekor puyuh dalam masa produksi telur hanya membutuhkan pakan sekitar 20-25 gram per hari nya dan hanya butuh luasan kandang sebesar 200 centimeter persegi untuk setiap ekornya. Kandang puyuh bisa disusun bertingkat, sehingga bisa dibudidayakan di lahan yang sempit atau di pekarangan rumah.
 
Produksi telurnya tinggi. Satu ekor burung puyuh dapat memproduksi telur sebanyak 250-300 butir dalam 12 bulan masa bertelur. Burung puyuh juga mudah dipelihara dan tidak membutuhkan waktu yang banyak dalam pemeliharaannya. Selain ukuran tubuhnya yang kecil, burung puyuh dikenal sebagai unggas yang memiliki daya tahan terhadap penyakit yang baik. Pemeliharaan burung puyuh hanya dilakukan pada pagi dan sore hari saja, di luar waktu tersebut dapat digunakan oleh peternak untuk aktivitas lainnya.

“Telur puyuh memiliki harga yang murah, namun memiliki gizi yang baik. Harga telur puyuh yang murah saat ini Rp 300 per butir, sangat terjangkau untuk dibeli oleh masyarakat dan telur puyuh sangat baik kandungan gizinya, sehingga permintaan akan telur puyuh akan selalu meningkat. Kotoran burung puyuh juga dapat dijadikan sebagai nilai tambah dalam beternak burung puyuh. Kotoran puyuh sangat baik digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman buah atau sayuran, oleh karena itu kotoran puyuh dapat dimanfaatkan atau dijual sebagai pendapatan tambahan,” terangnya. (**/Zul)

 



Published Date : 09-Jun-2020

Resource Person : Danang Priyambodo, SPt, MSi

Keyword : Burung Puyuh, ternak puyuh, Sekolah Vokasi, IPB University

SDG : SDG 1 - NO POVERTY, SDG 2 - ZERO HUNGER, SDG 8 DECENT WORK AND ECONOMIC GROWTH