Rektor IPB University Paparkan Tantangan Pendidikan Tinggi di Masa Pandemi COVID-19


Melalui webinar yang digelar oleh Permadani Diksi pada 3/5 Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria menjelaskan sektor pendidikan sebagai salah satu sektor yang harus mendapat perhatian dari pemerintah secara serius akibat dampak pandemi COVID-19.   “Sektor pendidikan adalah salah satu sektor yang pemerintah harus all out untuk menyelamatkan pendidikan ini karena impactnya jangka panjang. Kalau pendidikan ada lack satu semester ini dampaknya akan dahsyat sekali,” papar Prof Arif.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah memiliki stimulus khusus terhadap sektor pendidikan supaya tetap bertahan. Ia juga menyinggug tentang dana abadi pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Keuangan supaya dapat digunakan sementara untuk menyelamatkan sektor pendidikan.

Lebih lanjut Prof Arif Satria menyampaikan, pendidikan tinggi saat ini dipaksa untuk memasuki revolusi industri 4.0 salah satunya adalah perubahan metode pembelajaran yang lebih fleksibel. Meskipun demikian, sistem pembelajaran yang fleksibel juga memerlukan beberapa syarat yaitu infrastruktur dan konten pembelajaran.

“Pembelajaran daring ini tidak bisa dengan pola lama, artinya mendaringkan mata kuliah konvensional, saya kira perlu pendekatan yang berbeda. Saat ini IPB University juga sedang mengeksplorasi sistem pembelajaran daring ini. Kami melakukan ini untuk antisipasi double skenario kalau kondisi belajar dari rumah ini berlangsung sampai Desember,” papar Prof Arif.

Pembelejaran daring ini diperlukan pendekatan baru, salah satunya adalah problem base learning maupun problem base project. Dengan demikian mahasiswa dituntut untuk belajar dari alam dan belajar dari situasi dan kondisi yang sedang terjadi sehingga berorientasi pada pemecahan masalah.  

Prof Arif Satria juga menyampaikan tantangan pendidikan daring lainnya adalah menjamin Learning Outcame (LO) supaya tetap terwujud dan tercapai. Pendidikan tinggi juga harus base pada inovasi sehingga dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

“Pada masa pandemi ini, sains harus di atas politik sehingga dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan. Di sinilah peran sains menjadi kuat dan perguruan tinggi sangat relevan dalam memberikan rekomendasi-rekomendasi berbasis sains,” tutupnya. (RA)


 



Published Date : 04-May-2020

Resource Person : Prof Dr Arif Satria

Keyword : IPB University, Rektor IPB, sains, COVID-19, pendidikan tinggi