Rektor IPB University Paparkan Peran Pendidikan Tinggi Vokasi Pertanian di Masa Pandemi COVID-19


Pandemi COVID-19 menyebabkan berbagai sektor penting mengalami gangguan dan permasalahan. Salah satu sektor penting yang terdampak akibat pandemi COVID-19 ini adalah sektor pertanian. Pasalnya, sektor pertanian merupakan sektor vital dalam menjaga ketersediaan pangan selama masa pandemi sampai pandemi berakhir.

Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria menyampaikan sektor pertanian akan bertahan dan menjadi pemenang apabila kondisi kesehatan petani tetap terjaga dan jauh dari paparan COVID-19, kesejahteraan petani terjamin, dan adanya shifting paradigm dari sekedar ketahanan pangan menjadi kemandirian dan kedaulatan pangan.

“Petani seringkali menjadi looser karena panjang dan ruwetnya rantai pasok, harga produk-produk pertanian dituntukan oleh ‘middle man’, kualitas produk tidak maksimal akibat buruknya sistem agrologistik, dan pada saat yang bersamaan konsumen lebih tertarik terhadap produk yang berkualitas,” papar Prof Arif Satria ketika mengisi webinar yang diselenggarakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian pada 30/4.

Lebih lanjut ia menerangkan, IPB University sebagai perguruan tinggi yang memiliki pendidikan vokasi, berperan dalam pengembangan dan diseminasi teknologi tepat guna di bidang pertanian, pengembangan dan pendampingan model bisnis pemberi nilai tambah yang berbentuk korporasi berbasis kelompok tani bekerjasama dengan market place, BUMN, offtaker, maupun startup, pengembangan dan pengembangan agrologistik yang berbasis pada teknologi mutakhir dan pendidikan konsumen cerdas, perlindungan konsumen, peningktan kualitas konsumsi pangan konsumen.

Dalam rangka mendukung peran tersebut, Prof Arif Satria mengaku IPB University telah meresmikan Entrepreunership Teaching Center Sekolah Vokasi yang dijadikan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menjadi wirausaha. Di samping itu, Sekolah Vokasi IPB University juga memberikan pelatihan bagi peserta program kartu Prakerja dengan model Teaching Factory (TEFA).

“Saat ini IPB University juga memiliki program Young Agripreneur dan One Village One CEO yang bekerjasama dengan Provinsi Jawa Barat. Kami juga sedang mengembangkan sistem Integrated Agrobusiness System 4.0  dan banyak mahasiswa IPB University yang telah melakukan aksi pendampingan terhadap petani selama pandemi COVID-19 ini,” tutupnya. (RA)


 



Published Date : 04-May-2020

Resource Person : Prof Dr Arif Satria

Keyword : SV IPB, Rektor IPB, pangan, pertanian, COVID-19

SDG : SDG 4 - QUALITY EDUCATION, SDG 2 - ZERO HUNGER