Dosen IPB University Berikan Tips UMKM Bertahan di Masa Pademi COVID-19


Pandemi COVID-19 membuat sektor ekonomi dan dunia usaha di Indonesia terpukul. Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) susah payah menyelamatkan bisnisnya yang terhambat, bahkan mungkin sulit bertahan.

Pandemi yang terjadi belakangan ini membawa perubahan besar tidak terkecuali pada sektor ekonomi terutama UMKM sebagai penggerak utamanya. Lantas, bagaimana jurus UMKM menghadapi kondisi yang menantang akibat COVID-19?  Dosen IPB University dari Sekolah Bisnis dan juga pemerhati UMKM, Suhendi, SP, MM berikan tips bagi UMKM agar dapat bertahan di tengah tekanan pandemi COVID-19.

“Kita harus bisa meyakinkan konsumen bahwa produk yang dijual produk yang berkualitas dan higienis. Optimalkan channel berbasis teknokogi dengan mengedepankan adaptasi model bisnis baru seperti penjualan online, media sosial dan komunikasi. Jalin kalaborasi dengan membangun jejaring bersama sehingga UMKM yang lainnya dalam memasarkan produk kita. Pastikan kesehatan keuangan terjaga dengan baik, kelola cashflow dengan perioritas keuangan yang penting. Tingkatkan koordinasi dan kemitraan, caranya dengan jalin komunikasi dengan pemasok untuk menjamin kepastian bahan baku. Jaga kestabilan operasi, utamakan operasi produk yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini dan hindari aktivitas yang berisiko tertular virus,” ujarnya.

Menurutnya, ketika semua melakukan physical distancing, stay at home atau go online, dari semua itu, keberlangsungan usaha harus dicarikan solusi untuk bertahan. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi dan temukan peluang di dalamnya. Karena sesungguhnya bersama kesulitan terdapat kemudahan. (Awl/Zul)

 



Published Date : 14-May-2020

Resource Person : Suhendi

Keyword : dosen IPB, Sekolah Bisnis IPB University, Suhendi, Tips UMKM bertahan di masa pademi COVID-19

SDG : SDG 8 - DECENT WORK AND ECONOMIC GROWTH