Departemen Manajemen IPB University: Selamatkan UMKM di Masa Pandemi COVID-19


Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University adakan webinar virtual Guest Lecture Series, (11/5). Webinar yang diselenggarakan lewat aplikasi zoom ini menghadirkan Dwi Mukti Wibowo SH, MH, Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia dan Dr Ir Ma'mun Sarma MS, Mec, dosen IPB University dari Departemen Manajemen sebagai pembicara utama. Acara ini dipandu oleh Dr Mukhamad Najib STP, MM. Kegiatan Webinar ini diikuti oleh 476 peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang profesi yang beragam mulai dari akademisi, praktisi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pendamping UMKM dan mahasiswa.

Pada presentasinya Dwi Mukti menyampaikan tentang stimulus dan gerak UMKM di era pandemi. “Banyak UMKM yang gulung tikar bukan hanya Indonesia namun hampir di seluruh dunia, di Amerika 98 persen UMKM terdampak dan 75 persennya mengalami penurunan penjualan,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa mitigasi perlu dilakukan bagi UMKM karena UMKM membuka cukup banyak lapangan kerja. Selain itu di Indonesia UMKM merupakan penopang perekonomian nasional. Hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia berasal dari UMKM.
Setidaknya ada empat stimulus yang diungkapkannya mengenai langkah-langkah memitigasi dampak COVID-19 terhadap UMKM. Pertama yaitu percepatan relaksasi restrukturisasi kredit UMKM yang mengalami kesulitan, kedua penyiapan skema baru pembiayaan investasi dan modal kerja (pengajuan mudah di daerah-daerah terdampak), ketiga memasukkan UMKM dalam skema bantuan sosial, dan keempat memberikan peluang berproduksi di sektor pertanian, makanan, industri rumah tangga dan warung tradisional.

Upaya untuk menggerakkan roda UMKM harus melibatkan tiga pihak yaitu pelaku UMKM, dukungan kementerian serta keterlibatan stakeholder UMKM. "Bagi UMKM yang bertahan, mereka tentunya memikirkan strategi pemulihan seperti dengan kolaborasi dan Teknologi Informasi (TI). UMKM mau tidak mau harus bermetamorfosis, rebranding jika perlu ganti usaha dan efisiensi serta pemasaran yang tepat," tuturnya.

Dalam keadaan normal maupun tidak normal, UMKM harus tetap ada pendampingan agar naik kelas. Kementerian Koperasi melalui warung tetangga, Kementerian Komunikasi dan Informasi melalui program digitalisasi dan startup, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupaya melahirkan entrepreneur muda dan digital ekonomi, Kementerian Desa, Pebangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui BUMDes serta potensi usaha desa, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Fish-On dan sumberdaya kelautan.

Sementara Dr Ma'mun memaparkan tentang entrepreneurial marketing atau disingkat EM. Pada konsepnya EM berorientasi pada inovasi (dorongan ide), taksiran intuitif tentang kebutuhan pasar, sementara pada conventional marketing berorientasi konsumen (dorongan pasar), pengembangan produk melalui penilaian formal. EM memiliki strategi pendekatan bottom up dari konsumen dan kelompok pengaruh lainnya dengan metode pemasaran interaktif, word of mouth marketing dan direct selling.

"EM lebih mengedepankan konsep idea-driven dengan membuat produk dan strategi pemasaran yang sesuai dengan kondisi saat ini. Misal membuat produk perlengkapan APD, masker yang fashionable, membuat iklan dengan mengedepankan awareness terhadap penyebaran COVID-19, cenderung lebih proaktif terhadap pasar,” paparnya.  Dr Mamun juga menyampaikan, "Transaksi dalam kondisi pandemi bersifat tidak langsung tatap muka, maka hal penting untuk diperhatikan yaitu kepercayaan, kemudahan, biaya lebih murah serta ketepatan waktu,” ungkapnya.

Sementara dalam penutup diskusi, Mukhamad Najib selaku moderator menegaskan, “Dalam kondisi sulit seperti ini kita perlu juga berkontribusi dalam mendukung UMKM agar bisa keluar dari krisis dengan baik.   Pemerintah jelas harus bertanggungjawab dalam menyelamatkan UMKM, namun stakeholders lain seperti kampus, LSM, dan komponen lainnya juga perlu turut berperan,” tutupnya. (IR/Zul)

 



Published Date : 12-May-2020

Resource Person : Dr Mamun

Keyword : dosen IPB, selamatkan UMKM, COVID-19, IPB University

SDG : SDG 8 - DECENT WORK AND ECONOMIC GROWTH