Alumni IPB University Berikan Insight dan Motivasi bagi Mahasiswa Tingkat Pertama di Tengah Pandemi


Meningkatkan motivasi untuk mencari ilmu kadang menjadi kesulitan bagi mahasiswa, terlebih di tengah pandemi COVID-19 seperti ini. Banyak distraksi yang menjadi salah satu penghalang diri untuk bergerak. Dalam rangka menyemangati mahasiswa Program Pendidikan Kompetisi Umum (PPKU) IPB University di kala senggang, Direktorat Kerjasama dan Hubungan Alumni (DKHA), DPP HA IPB dan Asrama PPKU IPB University bekerja sama mengadakan acara online Kupas Tuntas mengenai pentingnya motivasi serta cara belajar menjadi sukses pada Senin, 11/5.

Narasumber yang dihadirkan adalah Ranitya Nurlita, alumni IPB University angkatan 47 dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) yang saat ini berkiprah sebagai Environmental Youth Activist dan Founder Waste Solution Hub yang mengelola sampah menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat kecil yang digawanginya sejak tahun 2011.

Keseharian Ranitya adalah bekerja di perusahaan Thailand yang memproduksi spirulina. Di tengah kesibukannya tersebut, Ranitya juga mengembangkan idenya dengan berinovasi seperti menerbitkan buku yang berisi kumpulan cerita alumni IPB University berjudul Miso Soup.

Perjalanan Ranitya sangat panjang, mulanya ia menjadi relawan ketika masa awal kuliah, megikuti berbagai acara internasional hingga menjadi founder suatu perusahaan.  Segudang prestasi besar lainnya adalah menjadi Founder dari Maritim Muda dan menjadi Kepala Divisi Lingkungan Hidup di Rumah Millenial.

Ranitya berharap dengan berbagi cerita kepada mahasiswa tingkat pertama akan menjadi semangat tersendiri bagi mereka untuk menggali passion masing-masing, serta menjadi produktif di kala pandemi saat ini.

Ia juga menjelaskan bahwa sebanyak 63.5 juta jiwa di Indonesia merupakan pemuda, hal ini menjadi dorongan bahwa kaum millennial sangat berpotensi untuk menjadi penggerak dan pemimpin negara Indonesia. Ia mencontohkan kiprah gerakan yang dibangunnya bersama tim yang menjadi agen penggerak dalam kampaye Reusable Bag di Asia Tenggara yang menarik lebih dari 10.000 partisipan untuk bergabung.  

"Mari kita memanfaatkan waktu luang di rumah untuk lebih produktif dengan mengelola waktu yang baik, yaitu dengan membuat daftar kegiatan dan target. Banyak kegiatan yang bisa dipilih untuk mengisi waktu diantaranya kursus-kursus online yang bisa diakses secara gratis," jelasnya.

Sementara itu, narasumber lain, Maspiyono, Alumni IPB University dari Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) memberikan tiga pelajaran hidup yang dapat berdampak pada kehidupannya saat masih menjadi mahasiswa. Pelajaran hidup tersebut adalah pendidikan formal, kejujuran dan rendah hati, serta fokus pada hal yang dapat dikerjakan dan dikendalikan.

"Kita tidak bisa mengendalikan semua yang ada, ketika kita sudah diberi wewenang atau kepercayaan, maka itulah yang bisa kita optimalkan," tutur Maspiyono. (MW/RA)

 



Published Date : 13-May-2020

Resource Person : Maspiyono

Keyword : DKHA IPB, mahasiswa IPB, alumni IPB, PPKU

SDG : SDG 4 - QUALITY EDUCATION