Konsumsi Anakan Pisang Sebagai Sumber Vitamin A, B dan C Saat Hadapi COVID-19


Di masa pandemi corona (COVID-19) saat ini, sebagian masyarakat merasa khawatir akan kebutuhan pangan mereka. Ada pula yang memborong sembako demi mengamankan lemari dapurnya. Di sisi lain, ada juga warga yang kesulitan membeli bahan makanan bahkan untuk sehari saja.

Menurut Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian IPB University, Prof Dr Ir Tineke Mandang, MS, ada satu tanaman yang bisa menjadi sumber pangan alternatif yang bisa dengan mudah didapatkan. Tanaman itu adalah anakan pisang.

“Tanaman pisang termasuk yang mudah tumbuh dan menghasilkan anakan yang banyak. Agar pohon induk menghasilkan buah yang maksimal maka perlu dilakukan penjarangan. Artinya anakan pisang harus dikurangi terutama untuk anakan yang umurnya hampir sama. Pohon pisang yang telah berumur lima tahun perlu dibongkar rumpunnya dan diganti dengan tanaman baru,” ujarnya.

Selama ini, kata Prof Tineke, anakan pisang seringnya ditebang dan dibuang begitu saja. Kalaupun dimanfaatkan hanya untuk dijadikan kompos. Tanaman pisang dengan anakan yang banyak yang ada di pekarangan sering dianggap mengganggu karena menghalangi sinar matahari yang diperlukan oleh tanaman pekarangan lainnya. Padahal, anakan pisang sangat bisa dijadikan sebagai sumber pangan alternatif yang dihasilkan dari pekarangan.

“Batang anakan pisang memiliki tekstur yang renyah. Bila dimakan akan memberi sensasi unik di mulut karena ada suara renyah yang muncul ketika dikunyah. Batang anakan dapat diolah menjadi makanan yang sangat lezat. Dapat juga dikonsumsi segar dalam bentuk asinan, manisan atau acar. Atau dimasak dan dijadikan sayur dengan aneka rasa seperti kari, pepes, sayur bening dan lain-lain,” ujar Prof Tineke.

Prof Tineke melanjutkan, sayangnya dulu di kampung-kampung ada kesan bahwa keluarga yang membuat sayur dari batang pisang dianggap keluarga miskin karena tidak mampu membeli sayur di pasar. Padahal, diakui Prof Tineke, ternyata harga jual batang pisang di Amerika Serikat begitu fantastis, sekitar USD 5,95 untuk satu potong kecil seukuran cangkir kopi. Itu karena mereka tahu kandungan nutrisi dan manfaat luar biasa dari batang pisang.

Batang anakan pisang ternyata mengandung banyak vitamin. Di dalamnya terdapat vitamin A, B, C yang sangat baik untuk menjaga sistem imun tubuh. Anakan pisang juga mengandung serat sebagaimana sayuran hijau lainnya. Zat lain yang dikandung adalah tanin, gula, karbohidrat dan kalium yang sangat baik untuk kesehatan.

“Pada masa pandemi COVID-19 masyarakat dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak vitamin C, B6, E, D, A dan sebagian besar ada di batang anakan pisang. Beberapa referensi menunjukkan manfaat batang pisang. Antara lain memperlancar pencernaan dan mendetoksifikasi tubuh. Ada penelitian yang juga menunjukkan bahwa kandungan dalam batang pisang ternyata dapat mengontrol tekanan darah, kolesterol dan gula dalam darah. Ternyata penangkal COVID-19 ada di pekarangan kita,” tegas Prof Tineke. (Rz/Zul)

 



Published Date : 29-Apr-2020

Resource Person : Prof Tinneke Mandang

Keyword : Anakan Pisang, COVID-19, Prof Tinneke Mandang, IPB University