Departemen Ilmu Ekonomi Gelar Webinar Bahas Mitigasi Risiko COVID-19


Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University menggelar web-seminar (webinar), dengan tema Kematian dan Hantu: Strategi Meningkatkan Efektivitas Mitigasi Risiko COVID-19 dari Sudut Pandang Behavioral Economics. Seminar yang diselenggarakan pada 22/4 ini menghadirkan dua narasumber yaitu Dr Ir Iman Sugema dan Prof Dr Ir Bambang Juanda.  Keduanya merupakan dosen dari Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPB University.

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Dr Sahara mengatakan Departemen Ilmu Ekonomi telah rutin melaksanakan kegiatan webinar dengan tema-tema yang menarik dan bermanfaat bagi setiap kalangan. Ke depan, Departemen Ilmu Ekonomi akan terus mengembangkan model kuliah online yang sejalan dengan kurikulum IPB 2020 dan konsep merdeka belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
 
Sementara Prof Dr Ir R Nunung Nuryartono, MSi selaku Dekan FEM dalam sambutannya mengapresisasi langkah ini. Karena dengan perkuliahan online semacam ini, tak hanya mahasiswa yang dapat mengaksesnya tapi juga menjangkau seluruh lapisan masyarakat di berbagai tempat. Ia meyakini sepenuhnya, dengan adanya wabah, kita justru lebih produktif karena setiap hari ada diskusi.
 
Pada kesempatan ini, Dr Ir Iman Sugema menyampaikan model ekonometrika yang dapat digunakan untuk melihat masalah epidemik yang disebabkan oleh virus adalah model SIR. Dalam menganalisis kasus COVID-19, Model SIR terbagi menjadi tiga komponen yaitu Susceptible (orang yang rentan terinfeksi), Infective (orang yang sudah terinfeksi dan bisa menginfeksi orang lain) dan Recovered (orang yang dikeluarkan dari model bisa karena menjalani masa karantina, meninggal, sehingga tidak bisa menginfeksi orang lain).
 
“Model SIR ini sederhana dan sangat powerful dalam skenario analisis tetapi tidak cocok dipakai untuk forcasting wabah yang sedang berlangsung. Biasanya model SIR digunakan untuk memverifikasi kejadian yang sedang terjadi (tracking and checking) seperti menemukan Herd immunity dan cost of slow-response,” ujar Dr Iman.
 
Dalam menghadapi COVID-19, masyarakat mulai mencari informasi mengenai COVID-19, lalu memproses informasi tersebut. Informasi tersebut akan mempengaruhi dalam beberapa sisi fitrah manusia yang pada akhirnya diharapkan akan memunculkan adanya gerak masyarakat yang seragam, terukur dan terkendali.
 
Sementara itu, dalam paparannya Prof Dr Ir Bambang Juanda juga sependapat bahwa model SIR tersebut merupakan model yang sangat dasar dan berkaitan dengan penyebaran penyakit yang menular. Bahkan model tersebut juga dapat digunakan untuk menganalisis virus pada komputer. “Salah satu cara peningkatan mitigasi adalah perlunya kesatuan gerak antara pemerintah pusat, daerah dan masyarakat dalam menghadapi COVID-19 sehingga dapat menimbulkan kesadaran yang tinggi terhadap penyakit ini,” ujarnya. (Rz/Zul)


 



Published Date : 27-Apr-2020

Resource Person : Prof Dr Ir Bambang Juanda

Keyword : COVID-19, Departemen Ilmu Ekonomi, FEM, IPB University

SDG : SDG 3 - GOOD HEALTH AND WELL-BEING