Mahasiswa IPB University Sosialisasikan Pemanfaatan Limbah Kopi di Bandung


Tim IPB University yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 2019 di Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung lakukan Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Kopi (PLK) dan Pemilahan Sampah (MISAH). Sosialisasi PLK yang dipimpin oleh Dr Andes Ismayana dosen dari Departemen Teknik Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University ini digelar di Aula Kantor Kecamatan Ciwidey, Bandung (19/7).Sementara itu seminar MISAH dilakukan oleh Apri selaku Ketua Kampung Sabilulungan Bersih Ngajiwa Lebakmuncang.

Dalam paparannya Dr Andes menjelaskan tentang pemanfaatan limbah kopi menjadi beberapa produk yang mempunyai nilai jual. Limbah yang berasal dari kegiatan industri ataupun pertanian memberikan dampak negatif terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Yaitu adanya pencemaran terhadap air, tanah dan udara. Untuk itu limbah perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan kerusakan atau penurunan kualitas lingkungan yang ada. Pengelolaan limbah terdiri dari empat tahapan hirarki. Yaitu reduksi, pemanfaatan limbah, pengolahan limbah, disposal atau pembuangan.

“Umumnya limbah dari kegiatan pertanian (perkebunan) mempunyai manfaat yang cukup luas, karena masih mengandung kandungan senyawa-senyawa fungsional dan potensial. Oleh karena itu, pengelolaan limbah pertanian (perkebunan) umumnya dilakukan dengan cara memanfaatkannya menjadi produk yang bisa bernilai ekonomi. Dengan adanya nilai ekonomi tersebut, maka pemanfaatan limbah pertanian dapat memberikan manfaat ekonomi yang pada akhirnya akan meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara umum,” ujarnya.

Hal ini juga berlaku pada limbah dari perkebuanan kopi, yang sebagian besar adalah kulit kopi hasil pemisahan dan biji kopinya. Ada senyawa-senyawa yang terdapat di dalam kulit kopi seperti sakarida (gula), serat, alkaloid, antioksidan, dan lain lain. Ini memberikan peluang pemanfaatan kulit kopi yang semakin luas. 

Saat ini pemanfaatan kulit kopi yang telah dilakukan seperti pembuatan pakan ternak, kompos, media absorben, glukosa/gula cair, briket, dan juga minuman/cascara.  Produk-produk tersebut dapat memberikan manfaat secara langsung kepada kegiatan perkebunan itu sendiri ataupun kegiatan lainnya misalnya peternakan, penyediaan energi dan lain-lain. 

Produk pemanfaatan limbah kulit kopi yang saat ini banyak dilakukan oleh para petani kopi adalah cascara (teh). Dengan proses yang tidak terlalu rumit, teh cascara ini telah menjadi alternatif minuman selain kopi, teh, dan minuman lainnya yang ada saat ini.  Di beberapa tempat, teh cascara telah diperdagangkan bersama-sama dengan kopi ataupun minuman lainnya, karena memang memiliki manfaat fungsional yang cukup baik.

Sementara itu, pada Seminar Pemilahan Sampah (MISAH) dijelaskan berbagai produk olahan dari sampah menjadi beberapa produk jadi seperti vas bunga dari pampers dan dan kompos dari sampah organik serta berbagai jenis sampah yang dapat dipilah oleh masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Ciwidey, perangkat Desa Lebakmuncang, masyarakat Desa Lebakmuncang, Forum Ketua RW, Kader Kampung Sabilulungan Bersih Ngajiwa Desa Lebakmuncang, Karang Taruna, BPP Kec Ciwidey, Tokoh Masyarakat, dan Persatuan Petani Kopi Desa Lebakmuncang.(**/Zul)



Published Date : 25-Jul-2019

Resource Person : Dr Andes Ismayana

Keyword : Pemanfaatan Limbah Kopi (PLK), Pemilahan Sampah(MISAH), KKN-T 2019, IPB University, Desa Lebakmuncang Attachments area

SDG : SDG 11 - SUSTAINABLE CITIES AND COMMUNITIES, SDG 8 - DECENT WORK AND ECONOMIC GROWTH