Pakar IPB Ciptakan i-Regand, Software Ekonometrika Berbasis Android Pertama di Indonesia


Pengembangan Institut Pertanian Bogor (IPB) saat ini mengacu kepada visi IPB 2045. Yakni menjadi Techno-Socio Enterpreneurial University. Dengan demikian, IPB diharapkan mampu menghasilkan lulusan unggul yang adaptif terhadap perubahan dan mampu mendukung proses transformasi ekonomi yang lebih merata di era sharing economy. Di era sharing economy, yang tumbuh dan berkembang adalah technopreneur dengan start-up bisnis serta sociopreneur yang memanfaatkan hasil-hasil inovasi.

Saat ini dunia sedang memasuki era revolusi industri 4.0. Pada era ini aktivitas kehidupan manusia telah memanfaatkan setiap perkembangan yang ada dari teknologi informasi. Sektor perdagangan, keuangan, transportasi, dan sektor lainnya telah memanfaatkan teknologi digital dalam meningkatkan kinerja mereka. Begitupun dengan industri pendidikan yang juga harus beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi digital salah satunya agar mampu meningkatkan daya saing bangsa dalam persaingan global. 

Dalam menjawab tantangan ekonomi digital di saat ini, salah satu dosen Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB, Dr. Iman Sugema telah mengembangkan i-Regand sebagai software ekonometrika berbasis android pertama di Indonesia. Soft Launching i-Regand ini telah dilakukan pada April lalu di Kampus IPB Dramaga (25/4).

Melalui aplikasi ini analisis data dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan menggunakan smartphone. Berbagai alat analisis ekonometrika mulai dari regresi, kointegrasi, vector autoregression (VAR), vector error correction model (VECM), threshold model, hingga model pilihan kualitatif tersedia lengkap pada software ini. Aplikasi yang akan dirilis dengan versi 1.0 ini masih dapat dikembangkan di versi berikutnya dengan menambahkan fitur-fitur baru, model dan alat analisis lain yang bermanfaat untuk akademisi, peneliti, bahkan praktisi. 

Aplikasi i-Regand akan sangat berguna bukan hanya untuk mahasiswa, namun juga para dosen dan para peneliti yang mengandalkan pendekatan kuantitatif sebagai salah satu tools dari analisanya.

“i-Regand membuat analisa ekonometrika menjadi lebih handy dan dapat dilakukan dimanapun hanya dengan menggunakan smartphone. Ke depannya diharapkan mahasiswa, peneliti, dan dosen di Indonesia tidak lagi hanya bergantung dengan produk atau software ekonometrika dari luar negeri, namun juga bisa memanfaatkan hasil karya anak bangsa yang tingkat ketepatan estimasinya tidak kalah dengan software-software ekonometrika (computer based) yang telah ada saat ini,” ujar Dr. Iman.(**/Zul)



Published Date : 26-Apr-2019

Resource Person : Dr. Iman Sugema

Keyword : i-Regand, Software Ekonometrika, Dr. Iman Sugema

SDG : SDG 4 - QUALITY EDUCATION, SDG 8 - DECENT WORK AND ECONOMIC GROWTH