Menristekdikti Resmikan STP IPB University, Digadang Jadi STP Bertaraf Internasional

Menristekdikti Resmikan STP IPB University, Digadang Jadi STP Bertaraf Internasional

menristekdikti-resmikan-stp-ipb-university-digadang-jadi-stp-bertaraf-internasional-news
Berita

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof Mohamad Nasir resmikan Gedung Collaborative Research Center (CRC) dan Launching Science Techno Park (STP) IPB University di Kampus Taman Kencana, Bogor (4/10). CRC mrerupakan salah satu unit Science Techno Park IPB University yang berfungsi memfasilitasi kerjasama industri dalam penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) serta analisis laboratorium yang didukung oleh pakar-pakar IPB University yang ahli di bidangnya.

“IPB University yang paling maju dalam penelitian inovatif. Setiap tahunnya penelitian yang diterbitkan oleh Kemenristekdikti berasal dari IPB University. Gedung STP IPB University yang telah dibangun, mudah-mudah dengan kemegahan gedung ini, dapat mendorong para inovator dan investor untuk terus berkreasi memajukan pendidikan yang ada di Indonesia khususnya di bidang pertanian dalam arti luas,” katanya.

Menurutnya keberadaan STP merupakan upaya pemerintah atas pengembangan riset supaya berdampak langsung kepada masyarakat. STP bertujuan sebagai pusat inkubasi sekaligus tempat bagi para akademisi untuk riset maupun pengembangannya yang berbasis teknologi.

“Langkah ke depannya STP perguruan tinggi harus mempunyai holding company dan IPB University sudah mempunyai PT Bogor Life Science and Technology (BLST). Dengan adanya BLST, saya harap akan ada suatu produk yang dihasilkan untuk dikembangkan bagi kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor IPB University, Dr Arif Satria mengatakan bahwa STP IPB University ini didesain setaraf dengan kelas dunia. Sudah ada 265 tenant Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dibina STP IPB University. Industri besar juga sudah mulai masuk. “Untuk start up kita juga bantu dari segi financing atau pembiayaan. Kita intermediasi antara UMKM dengan lembaga perbankan,” terangnya.

Dalam paparannya, sampai dengan tahun 2019 IPB University telah menghasilkan sebanyak 504 paten, dimana 157 diantaranya telah Granted. Perolehan paten adalah sebuah prestasi yang perlu terus kita dorong dan tingkatkan jumlah dan kualitasnya. Capaian ini membuat IPB University meraih berbagai penghargaan seperti Widya Padhi selama tiga tahun berturut-turut (Kategori Produk Inovasi), Shinta Award (peringkat I kategori paling produktif menghasilkan paten), Widya Krida (peringkat I kategori menghasilkan perusahaan pemula berbasis teknologi dan inkubator bisnis yang terakreditasi peringkat utama). Namun ini bukan tujuan akhir dari kultur academic excellence, IPB University akan terus memberikan inovasi-inovasi dan juga paten yang benar-benar bisa langsung diterapkan di dunia industri dan masyarakat.

Upaya yang dilakukan IPB University adalah membentuk Direktorat Kawasan Sains Teknologi dan Inkubator Bisnis (DKSTIB) untuk menjalankan fungsi-fungsi Science Techno Park (STP) atau Kawasan Sains Teknologi (KST). Pembangunan STP di kawasan Taman Kencana ini bertujuan untuk menghasilkan perusahaan pemula berbasis teknologi melalui proses inkubasi bisnis, meningkatkan kesuksesan transfer teknologi dan produk baru hasil invensi perguruan tinggi dan menciptakan ekosistem kawasan yang kondusif untuk pengembangan bisnis berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) melalui penyediaan kapasitas intelektual, finansial dan jejaring.

Sementara Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan, Prof. Erika B. Laconi menjelaskan STP IPB University mengelola kawasan seluas 3.46 hektar di Taman Kencana Bogor untuk kegiatan penelitian, pengembangan dan inkubasi bisnis serta alih teknologi. STP IPB University dapat menjadi lembaga intermediasi yang menjembatani kampus dengan industri atau masyarakat dalam mentransformasikan hasil-hasil riset/invensi menjadi inovasi yang berhasil dan bernilai tambah. (awl/Zul)