Tahun Ini IPB University Lepas 32 Jamaah Calon Haji


Tahun 2019 atau 1440 H, ada 32 Jamaah Calon Haji IPB University yang akan berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan Ibadah Haji. Rektor IPB University, Dr Arif Satria berkesempatan melepas jamaah di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Kampus Dramaga, Bogor (9/7). 

“Selamat kepada para jamaah calon haji yang telah memiliki kesempatan untuk memenuhi undangan Allah SWT. Ibadah haji tidak bisa dipandang remeh, perlu bekal ilmu, perlu niat, perlu tekad guna sempurnanya ibadah serta agar pribadi lebih dekat dengan Allah. Ini modal utama kita untuk menjalani semua proses ibadah. Lakukan pola hidup sehat dengan mengkonsusmi  makanan dan buah-buahan yang baik  dan istirahat yang cukup. IPB University ikhlas melepas keberangkatan para jamaah calon haji sehingga para jamaah tidak perlu khawatir atas pekerjaan yang ditinggalkan. Harus tetap khusyu dalam menjalankan ibadah, perbanyak berdoa, doakan juga agar IPB University terus maju dan bermashlahat bagi bangsa ini,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, hadir juga Direktur dan Motivator Akhlak Mulia Center Indonesia (AMCI), Ustad Bahruddin, S.PdI, AF untuk memberikan tausyiah. Dalam paparannya Ustad Bahruddin mengatakan ibadah haji memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan. Sebagai tamu Allah di Baitullah, umat muslim tidak hanya beribadah melainkan juga mendapatkan ganjaran yang Allah janji berikan. Seperti menghapuskan segala dosa-dosa, doa-doa yang dipanjatkan akan terkabul, serta mendapatkan tempat di Surga bagi haji mabrur. 

Jamaah Calon Haji diharapkan mengenali Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sebagai titik krusial dalam ibadah haji. Energi jamaah di sini akan banyak terkuras. Para jamaah harus mengetahui rentetan itu semua, sehingga bisa mengukur diri. 

Jamaah Calon Haji akan banyak berjalan kaki saat fase Armuzna dengan tantangan cuaca panas dan paparan cahaya matahari. Maka, mereka bisa sangat keletihan jika tidak dilakukan perencanaan aktivitas secara terpadu. Saat fase Mina, jamaah setidaknya harus berjalan kaki menempuh jarak dua setengah kilometer, bahkan lebih tergantung tempat tinggalnya untuk melakukan amalan melempar batu atau jumrah. Selain itu, saat di Arafah, jamaah akan tinggal untuk menjalani prosesi wukuf mulai terbitnya matahari pada 9 Dzulhijah, hingga sang surya tenggelam. 

“Semoga keluarga besar IPB University yang menjadi Jamaah Calon Haji tahun ini selalu dalam lindungan Allah SWT dan sejenak menanggalkan urusan "dunianya". Itu agar dapat menjalani Ibadah Haji dengan khusyu’, hingga menjadi haji yang mabrur," ucapnya.

Hadir dalam pelepasan Jamaah Calon Haji IPB University, Wakil Rektor bidang Sumberdaya, Perencanaan dan Keuangan, Prof Agus Purwito, M.Sc.Agr, Wakil Rektor bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan, Prof Erika Budiarti Laconi, MS, Direktur Sumberdaya Manusia (SDM) IPB University, Dr Ir Titik Sumarti M.C., M.S, Ketua Agrianita IPB University, Neno Arif Satria, Dekan Fakultas Kehutanan IPB University, Dr Ir Rinekso Soekmadi, staf SDM IPB University, ibu-ibu Agrianita dan ibu-ibu majelis pengajian. (Awl/Zul)



Published Date : 10-Jul-2019

Resource Person : Dr. Arif Satria

Keyword : Jamaah Calon Haji, Ibadah Haji 1440 H, IPB University, Baitullah