Himagreto IPB Gelar Kompetisi Pengamatan Super Blood Moon Nusantara


Merespon peristiwa astronomi yang sangat langka, yaitu munculnya tiga fenomena lunar sekaligus,Super Moon, Blue Moon dan Gerhana Bulan, Himpunan Mahasiswa Geofisika dan Meteorologi (Himagreto) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan kompetisi “Pengamatan Super Blood Moon Nusantara” (31/1). Kompetisi ini dilaksanakan secara terbuka bagi mahasiswa IPB yang tengah berada di kampung halaman bersamaan dengan libur semester.

Pengamatan blood moon ini dilakukan oleh mahasiswa IPB yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, antara lain Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Jumlah pengamat sebanyak 24 orang, dengan sebaran 1 lokasi di Sumatera Barat (Sawah Lunto); 12 lokasi di Jawa Barat (Jakarta, Anyer, Tangerang Selatan, Bekasi, Sukabumi, Dramaga, Ciseeng, dan Bandung); 7 lokasi di Jawa Tengah (Pati, Cilacap, Pekalongan, Purworejo, Krasian, dan Sragen); 1 lokasi di Tuban Jawa Timur; 2 lokasi di Sulawesi Selatan (Maos dan Selayar); dan yang terakhir yaitu NTB tepatnya di Lombok.

Ketua Pelaksana Kompetisi Pengamatan Blood Moon Nusantara 2018 Himagreto IPB, Yannes Kundrad Wacanno, mengatakan selain fenomenasuper blood moon, parameter lain yang diamati dalam pengamatan ialah kondisi cuaca dan relief lokasi. Hal ini dikarenakan dapat mempengaruhi penampakan bulan yang diamati. Kondisi cuaca dapat ditunjukkan dengan kondisi keawanan. Keawanan mengindikasikan jumlah uap air yang dibawa, sehingga tingkat keawanan yang tinggi berpotensi menghasilkan hujan.

Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh enam pengamat yang memenuhi kriteria berupa foto terbaik dan pengamatan terbaik (Top 6 Best Capture dan Observation). Mereka adalah Muhammad Faisal Arifin (GFM 52); Alfi Rizky Sanusi (GFM 53); Ade Fransiska (MNH 54); Ayu Sukma Wulandari (GFM 52);  Retno Wahyu Widowati (GFM 52); dan Ayesha Maulida (ITP 53). Untuk juara pengamatan terbaik dimenangkan oleh Ayesha Maulida (ITP 53).

“Foto diambil kurang dari sepuluh menit menjelang akhir fase total gerhana, tepatnya pukul 20:55 WIB, diambil dari lantai dua salah satu tetangga saya. Selain bulan merah, rasi bintang Cancer juga terlihat di arah atas bulan. Saat itu langit agak berawan, Alhamdulillah tidak mengganggu pengamatan,” kata Ayesha Maulida.

Data yang telah dikumpulkan oleh peserta akan digunakan dan disandingkan dengan data dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) khususnya data terkait atmosfer. “Harapannya, mahasiswa IPB dapat menjadi panutan masyarakat secara luas khususnya mahasiswa perguruan tinggi lain untuk dapat lebih peka terhadap lingkungan sekitar,” ujar Yannes Kundrad Wacanno.

Shalat Gerhana

Dewan Kemakmuran Masjid  (DKM) Al-Hurriyyah IPB mengadakan shalat sunnah gerhana secara berjamaah, bertempat di Masjid Alhurriyah (31/1). Bertindak sebagai imam, Ustad Khalifah Muhamad Ali, S.Hut, M.Si dan khatib Ustad Salahuddin El Ayyubi, LC, MA. Imam dan khatib juga merupakan dosen Departemen Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manejeman (FEM) IPB.

“Malam ini adalah malam luar biasa. Hari dimana peristiwa langka yang hanya terjadi 150 tahun sekali yaitu peristiwa Gerhana Bulan, dimana sebagian atau keseluruhan bulan tertutupi oleh bayangan bumi. Sebagai seorang muslim, kita meyakini bahwa matahari dan bulan adalah ciptaan Allah sebagaimana tercantum pada Alquran, Surah Fushshillat ayat 37 yang menyatakan bahwa adanya malam, siang, matahari dan bulan merupakan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya,” ujarnya.

Pada malam yang khidmat itu pula Ustad Salahuddin berpesan tentang pentingnya mempersiapkan diri untuk urusan akhirat. Malam-malam yang cerah dengan gemerlap bintang dan terangnya bulan bisa jadi tak akan lama lagi dapat dirasakan oleh manusia. Ia juga menekankan dahsyatnya hari akhir yang akan membuat banyak manusia menangis tanda menyesal karena tidak membekali diri dengan amalan-amalan shalih.

Shalat Gerhana beserta khutbah berakhir sekitar pukul 21.10 WIB. Antusiasme yang tinggi terhadap pelaksanaan shalat berjamaah yang diadakan oleh IPB ini dibuktikan dengan hadirnya ratusan jamaah. Tampak beberapa warga sekitar kampus yang hadir bersama keluarga dan anak-anak ikut meramaikan suasana shalat gerhana di Masjid Al-Hurriyyah.(FM/nm)



Published Date : 07-Feb-2018

Subject : Yannes Kundrad Wacanno

Keyword : Himagreto IPB Gelar Kompetisi Pengamatan Super Blood Moon Nusantara