Mahasiswa IPB : Karakteristik Sociopreneur Bangun Solidaritas Ekonomi Masyarakat Bogor

Mahasiswa IPB : Karakteristik Sociopreneur Bangun Solidaritas Ekonomi Masyarakat Bogor

mahasiswa-ipb-karakteristik-sociopreneur-bangun-solidaritas-ekonomi-masyarakat-bogor-news
Riset

Social Entrepreneurship yang biasa disebut sociopreneur merupakan sebuah istilah turunan dari kewirausahaan. Kata social yang artinya kemasyarakatan dan kata entrepreneurship yang artinya kewirausahaan. Pengertian socioprenur adalah seorang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan kewirausahaan untuk melakukan perubahan sosial, terutama bidang kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan.

Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH) Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dilakukan oleh Muhammad Febri Ramdani dan rekannya melakukan studi tentang “Pemetaan Karakter Sociopreneur untuk Membangun Solidaritas Ekonomi Masyarakat di Kota dan Pedesaan Kabupaten Bogor”. Permasalahan yang sering terjadi yaitu perbaikan ekonomi masyarakat.

Kondisi ekonomi Indonesia dapat dilihat dengan cara melihat budaya masyarakat dan kondisi ekonominya. Namun, pandangan tersebut masih belum cukup sehingga perlu memperhatikan karakter sosial dan budaya masyarakat. Karakteristik sociopreneur tidak hanya fokus usaha pada profit (keuntungan) semata akan tetapi juga mempertimbangkan kegiatan usahanya untuk menghasilkan benefit (manfaat) yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Salah satu hal penting yang menjadi acuan dalam penghubung motif wirausaha yang mengacu pada benefit adalah modal sosial. Modal sosial merupakan suatu sistem yang mengacu kepada hasil dari organisasi sosial agar meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.

 “Melalui penelitian ini kami berupaya mengidentifikasi karakter usahawan yang tidak berorientasi profit tapi juga meningkatkan kualitas sosial masyarakat. Setelah karakter tersebut berhasil diidentifikasi, tentunya akan mudah diterapkan jiwa sociopreneur pada kalangan muda,” ujar Febri Ramdani.

Dia mengatakan, penelitian ini dilakukan di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Lokasi tersebut dipilih mempertimbangkan di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor memiliki banyak warga yang berprofesi sebagai sociopreneur. Karakteristik sociopreneur yaitu mengenali masalah dalam kehidupan masyarakat, memecahkan masalah dengan mengubah sistemnya, menyebarluaskan pemecahannya dan meyakinkan seluruh masyarakat, memberikan umpan dan kail, bukan memberikan ikan. Hal ini akan mendorong pergerakan sosial ekonomi masyarakat.

Komunitas pemuda di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor adalah target atau peserta yang diberdayakan karena merupakan aset penerus bangsa. Pemuda Bogor memiliki kualitas dan ciri khas dengan hak dan peranan serta kewajiban tertentu dengan potensi dan kebutuhan tertentu pula. Sehingga memerlukan perhatian khusus untuk meningkatkan minat anak muda terhadap membangun jiwa wirausaha yang mandiri salah satunya melalui pelatihan dan seminar.

Untuk saat ini, Febri Ramdhani dan kawan-kawan masih melakukan studi terhadap hal tersebut. Hasil dari penelitian ini akan dijadikan publikasi berupa jurnal serta rekomendasi rumusan pemetaan karateristik sociopreneur sebagai acuan untuk membuat buku modul sekolah socioprener. Bagi masyarakat luas akan menjadi wadah untuk mengkaji dan memahami karakter wirausaha yang bisa ditanamkan untuk generasi muda.(AT/NM)