Guru Besar IPB Paparkan Rekayasa Proses Kopi Luwak Enzimatis

Guru Besar IPB Paparkan Rekayasa Proses Kopi Luwak Enzimatis

guru-besar-ipb-paparkan-rekayasa-proses-kopi-luwak-enzimatis-news
Riset

Agroindustri adalah salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus mengubah sistem pertanian tradisional menjadi maju atau modern. Rekayasa proses dilakukan untuk mendapatkan diversifikasi produk hasil pertanian. Rekayasa proses yang dikembangkan meliputi proses pemisahan, pemurnian dan formulasi terhadap produk kasar, untuk mendapatkan produk murni yang memiliki kualitas lebih baik dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Dalam Orasi Ilmiah Guru Besar, Prof.Dr. Erliza Noor, Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kampus IPB Darmaga, Bogor (29/10), memaparkan hasil risetnya terkait rekayasa proses pada komoditi pertanian. Salah satu metoda pemisahan dan pemurnian yang telah dikembangkan dan berpotensi untuk pemakaian yang luas termasuk bidang pertanian adalah teknologi membran. Riset Prof. Erliza mengarah pada bidang bahan membran dan rekayasa proses untuk mempertinggi fluksi sehingga proses dapat berlangsung secara ekonomis.

Berikut beberapa hasil produk yang berhasil dikembangkan Prof. Erliza melalui risetnya; Pertama, produksi siklodekstrin dari pati garut. Pati termodifikasi memiliki peranan penting dalam bidang kimia, kosmetik, farmasi dan industri pangan. Riset Prof. Erliza berhasil memperoleh siklodekstrin dari pati garut berkisar antara 70-80 g/L.

“Produksi sudah dikembangkan hingga skala menengah. Riset ini berhasil meningkatkan nilai tambah dari pati garut karena harga siklodekstrin jauh lebih mahal dibandingkan pati,” ujarnya.

Kedua, adalah teknologi produksi kopi luwak secara enzimatis (tanpa menggunakan hewan luwak). Bakteri Stenotropomonas sp MH34 (bakteri xilanolitik), Proteus penneri (bakteri selulolitik) dan Bacillus aerophilus (bakteri proteolitik) yang diperloeh dari feses luwak digunakan pada fermentasi padat kopi.

“Teknologi ini meningkatkan kualitas produk kopi seperti lebih higienis, kandungan kafeinnya lebih rendah, citarasa lebih lembut dan kaya antioksidan dengan kadar asam askorbat hingga 71 persen,” ujarnya.

Ketiga, proses isolasi limonin dari biji jeruk siam. Limonin memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan, diantaranya menghambat pertumbuhan tumor, menurunkan rasio kolesterol LDL/HDL dan mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah dan anti kanker. Riset Prof. Erliza berhasil mendapatkan kadar limonin dua kali lipat lebih besar dari penemuan sebelumnya.

“Limonin dapat diaplikasikan untuk produk pangan dan farmasi, serta masuk dalam golongan pharmaceutical grade. Harganya bisa mencapai 93 dolar per lima mililiter,” ujarnya.

Selain tiga penemuan di atas, penemuan lain yang sudah dikembangkan Prof. Erliza adalah pembuatan membran ultrafiltrasi selulosa asetat dari selulosa pulp kayu sengon, produksi asam hialuronat pada kultivasi semi sinambung menggunakan Streptococcus zooepidemicus, Nanoteknologi di bidang agroindustri, produksi nano pigmen dari rumput laut sebagai pewarna alami sel surya dye-sensitized solar cel (DSSC). (zul)