Guru Besar IPB : Manfaat Ilmu Genetika

Guru Besar IPB : Manfaat Ilmu Genetika

guru-besar-ipb-manfaat-ilmu-genetika-news
Riset

Sains dalam ilmu genetika mempelajari keragaman suatu organisme untuk mengetahui penyebab keragamannya  dan untuk  dimanfaatkan. Sebagai contoh genetika bisa membantu memecahkan masalah kebutuhan pangan dan mencari penyebab suatu penyakit yang  bukan karena patogen, yang bersifat diwariskan pada manusia.

Salah satu contoh masalah di bidang kesehatan yang diderita seorang perempuan  di Amerika, pada awal  umur 20 tahunnya kakinya merasa sakit setelah berjalan tidak begitu jauh. Setelah konsultasi ke dokter dan mendapat terapi belum berhasil disembuhkan, akhirnya setelah diterapi baterai dan sinar- X diketahui arterinya dari aortanya  ke bawah sampai ke kakinya terjadi pengerasan karena pengapuran menyumbat bersama endapan kalsium fosfat. 

Masalah ini kemudian ditangani sekelompok dokter dan ilmuan yang berhubungan dengan spesialis dari Institut Kesehatan Nasional di Amerika. Tim tersebut menemukan level enzim yang disebut CD73 dan berperan memberi sinyal antar sel untuk memblok pengendapan kalsium. Berdasarkan penelusuran silsilah keluarga perempuan tersebut ditemukan yang menderita penyakit tersebut ternyata juga dua saudara laki-laki dan dua saudara  perempuannya, walaupun kedua orang tuanya normal. Dari pola pewarisan penyakit tersebut diperkirakan penyebabnya genetik,  moyangnya telah mewariskan  gen yang menentukan ekspresi  enzim CD73, satu dari keluarga ibunya dan satu dari keluarga  bapaknya.   

“Masalah lain yang bisa diteliti pakar genetika misalnya menelusuri dan melacak penyebaran dan asal usul suatu suku bangsa atau bangsa, dengan menganalisis DNA mitokondria manusia , karena mitokondria diwariskan lewat ibu, maternal.  Tahun 1987 hasil penelitian genom mitokondria manusia dilaporkan diperkirakan penyebaran asal usul manusia moderen sekarang berasal dari seorang perempuan yang hidup 150.000 tahun yang lalu di Afrika,” ujar Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr. Alex Hartana dalam konferensi pers pra orasi ilmiah di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, Kamis (6/10).

Tujuan Prof. Alex mempelajari ilmu genetika adalah untuk mengembangkan genetika, mewariskan dan mengajarkan ilmu genetika. Selain itu, juga untuk memecahkan masalah yang mungkin bisa dipecahkan diantaranya masalah penyakit dan masalah pangan.

Antara tahun 1960-2000, produksi pertanian bahan pangan berlipat ganda, seperti produksi bahan pangan tanaman dunia yang disebut sebagai Revolusi Hijau. Peningkatan produksi bahan pangan tanaman bisa terjadi karena perbaikan cara bercocok tanam dan pengembangan genotipe tanaman unggul oleh pakar genetika. Pemulia tanaman terus mencari kemungkinan adanya mutan gen yang bisa meningkatkan hasil dan nilai gizi.

“Genetika merupakan kumpulan informasi ilmiah dalam bidang biologi yang mendasari sains dasar mengenai pewarisan atau hereditas. Genetika berkembang karena keingintahuan ilmuwan dalam memecahkan misteri tentang pewarisan. Mendel merupakan orang pertama yang mengemukakan bahwa pewarisan bersifat terpisah, bukan suatu pencampuran. Pendapat Mendel ini baru diakui dunia setelah 30 tahun teori Mendel diperkenalkan,” ujarnya.

Genetika sekarang telah dan terus mencari pemecahan masalah penyakit pada ketidaknormalan manusia yang disebabkan oleh kelainan genetik. Sementara itu, kebutuhan pangan dunia terus bertambah yang memerlukan pakar genetik, pemulia tanaman, ternak dan pertanian dalam arti luas bekerja keras serta bersama-sama untuk memecahkan masalah tersebut.(zul)