Dosen IPB Raih Penghargaan Pengembang SDM Pemulia Tanaman dari Presiden SBY

Dosen IPB Raih Penghargaan Pengembang SDM Pemulia Tanaman dari Presiden SBY

Berita


Dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Ir.Sriani Sujiprihati, MS mendapat penghargaan sebagai Pengembang Sumber Daya Manusia (SDM) Pemulia Tanaman dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka Kepedulian dan Penegakan Hak Kekayaan Intelektual. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden Jum'at (27/4) di Jakarta.

Sriani mengisahkan bagaimana ia terpilih sebagai salah satu penghargaan prestesius tersbeut. "Dua bulan silam, Kantor Pusat Perlindungan Varietas Tanaman, Departemen Pertanian (PVT-Deptan) dan Balai-Balai Penelitian di seluruh Indonesia berencana menganugerahkan PVT award pada peneliti. Menindaklanjuti hal tersebut, Fakultas Pertanian IPB melakukan penyaringan calon peneliti yang memenuhi persyaratan," tutur Sriani dengan bangga. Hasil seleksi fakultas tadi, Sriani terpilih memawikili IPB. Sebulan kemudian atau tepatnya lima hari sebelum pemberian penghargaan, Sriani mendapat Short Message System (SMS) dari Kepala Pusat PVT Deptan bahwa ia terpilih dan diharapkan bersiap-siap mendapat award dari presiden..

"Untuk kategori pemulia tanaman (breeder) terpilih lima orang dari perwakilan seluruh institusi penelitian di Indonesia, salah satunya saya," ujar istri dari Dr.Enisar Sangun. Lima penghargaan itu diberikan kepada 3 peneliti di Balai Penelitian dan 2 peneliti asal perguruan tinggi. Kriteria penilaian antara lain jumlah hasil penelitian yang dihasilkan, kemanfaatan penelitian, pengabdian masyarakat, dan jumlah mahasiswa pemulia tanaman yang dibimbing. " Selama tiga tahun ini, jumlah mahasiswa pemulia tanaman S1, S2 dan S3 yang saya bimbing sekitar 50 orang," kata Dosen Terbaik tingkat nasional tahun 2006 dan Kepala Bagian Pemulian Tanaman Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB ini.

Produk penelitian Sriani antara lain pepaya ukuran jumbo, sedang dan kecil, cabai besar merah extra pedas, jagung dan tomat. Pepaya dan cabai telah dimanfaatkan oleh para petani maupun pihak swasta. Pepaya telah dirilis setahun silam. Sedangkan keunggulan cabai hasil penelitian Sriani bersama timnya di Pusat Kajian Buah-Buahan Tropika dibawah Lembaga Penelitian Pemberdayaan Masyarakat IPB, diantaranya ukurannya yang besar merah, mengkilat, sangat pedas sekali, agak keras (tidak lembek), dan sesuai standar cabai indutri saos.

"Sangking pedasnya, suatu ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla menjuluki cabai judes," kenang alumni S3 Universiti Putra Malaysia. Cabai temuannya ini telah dimanfaatkan di wilayah Bogor, Sumatra dan Bali. Semua produk penelitiannya ia peroleh melalui proses perkawinan silang (metode konvensional) tanpa rekayasa genetik.

Lebih lanjut, Sriani menghimbau pada para pemulia tanaman bila telah menghasilkan varietas lokal dan baru dari pemuliaan sebaiknya didaftarkan di Pusat Perlidungan Tanaman. Khususnya varietas tanaman di daerah-daerah perbatasan seperti Malaysia agar tidak di klaim. " Kami (Pusat Kajian Buah-Buahan Tropika IPB bekerjasama dengan Deptan) memfasilitasi. Bebas ada biaya pendaftaran," tuturnya. IPB dan Deptan telah menggaet Pemerintah Bogor, Tasikmalaya, dan Purwakarta dalam kerjasama pendaftaran varietas tanaman hasil pemulian.(ris)