Muhammad Safeei Pencipta Hymne IPB

Muhammad Safeei Pencipta Hymne IPB

Berita

“Hanya satu pesan saya untuk para mahasiswa IPB, belajar saja yang benar, biar cepat lulus, sehingga tidak terlalu membebani orang tua. Jangan terlalu banyak demo. Saya pikir demonstrasi yang dilakukan mahasiswa sekarang kurang produktif. Demo boleh – boleh saja, asalkan ada hubungannya dengan kita, tapi jika sudah ada unsur politik, sepertinya sudah telalu jauh, dan kesannya seperti diperalat,” itulah sepenggal nasehat dari orang yang telah menciptakan lagu Hymne IPB, Muhammad Safeei, kepada Pariwara, (4/12) pada acara Halal Bihalal Himpunan Alumni IPB, di Gedung Alumni IPB, Bogor.

Mungkin sebagian orang masih belum mengenal, siapakah sebenarnya Muhammad Safeei itu. Bahkan sebagain besar mahasiswa IPB yang tiap waktu menyanyikan Hymne IPB juga tidak mengetahuinya.

Muhhamad Safeei adalah orang yang telah menciptakan lagu Hymne IPB. Beliau angkatan 60, atau bisa dikatakan angkatan A-3, mahasiswa Fakultas Pertanian, pada saat itu masih bergabung dengan UI. Keberadaannya pada tiap kali wisuda dipastikan ada. Kepada Pariwara beliau menuturkan lahirnya hymne ini.

“Pada tahun 1963, setelah pecah dari UI, IPB memerlukan atribut-atribut sebagai pelengkap suatu perguruan tinggi. Diantarannya, lambang, jaket, topi dan lagu hymne. Pada waktu itu saya baru berumur 21 tahun dan sudah tiga tahun kuliah di IPB,” ujarnya.

Diceritakannya, dalam proses pembuatan atribut-atribut tersebut dilakukanlah semacam sayembara. “Selain Hymne, lambang juga diperlombakan antara mahasiswa, baik dari IPB maupun luar. Kebetulan untuk lambang ini dimenangkan oleh mahasiswa ITB dari Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, untuk sayembara cipta lagu hymne IPB, hanya dikhususkan untuk mahasiswa IPB saja, mahasiswa luar tidak diperkenankan.

“Pada saat itu, ada delapan lagu yang masuk ke panitia dengan enam orang pencipta lagu. Jadi, ada beberapa orang yang menulis lebih dari satu karya cipta, termasuk saya. Saya waktu itu mengirimkan dua lagu ciptaan,” ujarnya.

Panitianya waktu itu salah satunya adalah Nurcahyo dengan Dewan Juri diantarannya, Prof. J.H.Hutasoit, sedangkan rektor yang sedang menjabat adalah, Prof.Dr.Ir.Toyib Hadiwijaja.

“Setelah diumumkan akhirnya lagu saya terpilih menjadi lagu hymne IPB. Pada waktu itu saya bangga karena bisa memberikan sesuatu yang berarti untuk IPB,” ujarnya.

Kemenangan Mohammad Safeei dalam cipta hymne ini memang bukan kebetulan belaka, pasalnya latar belakang musik yang dimilikinya sangat membantu untuk proses pembuatannya.

“Memang pada waktu itu saya termasuk orang yang aktif dalam bermusik, termasuk paduan suara IPB. Lingkungan di sekelilingpun sangat mendukung, teman-teman saya kebanyakan orang yang mengerti musik,” ujarnya.

Ditanya lahirnya ide pembuatan hymen ini, beliau menjawabnya bahwa hymne ini terlahir dari pikirannya dengan dirasakan sepenuh hati.

”Saya hanya ingin menyumbangkan sesuatu yang terbaik untuk IPB, ” ujarnya menjawab alasan mengikuti sayembara tersebut. (man)