Luluk Purwanto & The Helsdingen Trio Semarakan Dies IPB Ke 43

Luluk Purwanto & The Helsdingen Trio Semarakan Dies IPB Ke 43

Berita

Luluk Purwanto yang dianggap sebagai salah satu artis jazz terkemuka Indonesia bekerja sama dengan pemusik jazz internasional, the Helsdingen Trio ikut menyemarakan kegiatan Dies Natalis IPB Ke 43, dengan penampilannya, Sabtu (2/9) di Pelataran Gedung Graha Widya (GWW), Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Sekitar 200 mahasiswa dan warga di lingkungan Kampus IPB Darmaga, ikut menyaksikan pagelaran jazz yang tidak dipungut biaya itu. Mahasiswa dengan hidmat duduk di pelataran, sementara yang lainnya berada di bangku yang telah di sediakan oleh panitia.

Tak ketinggalan, Rektor IPB , Prof. Dr.Ir.H.A.A. Mattjik, M.Sc., duduk pada barisan terdepan didampingi Kepala Kantor Prohumasi, drh. Agus Lelana, SpMp. MS, serta pejabat IPB lainnya .

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Prohumasi, mengatakan bahwa, kegiatan ini terselenggara berkat kerja keras Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Music Agricultural _Expression (MAX) IPB.

Disamping itu, beliau juga mengharapkan, kegiatan seni di IPB agar terus dikembangkan beriringan dengan kegaitan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“ Saya rasa kegiatan yang bernuansa seni di IPB jarang sekali dilakukan, maka dari itu dengan adanya kegiatan ini, wawasan kita tidak hanya bernuansa ilmu pengetahuan dan teknologi saja, namun ditambah dengan seni (Ipteks),” ujarnya.

Luluk Purwanto & the Helsdingen Trio menampilkan: Luluk Purwanto, biola/vocal ; René van Helsdingen, piano; Marcello Pellitteri, drum; Essiet Okon Essiet, bas. Mereka menggunakan bis Panggung dengan Luluk Purwanto & The Helsdingen Trio merupakan ansambel jazz yang telah mendapatkan pengakuan internasional.

Mereka berdedikasi untuk membawa musik mereka kepada para pendengar di seluruh dunia, serta senantiasa membuka wawasan baru demi apresiasi terhadap musik improvisasi. Sebuah Tur promosi Lintas Budaya

Dalam tur ini, Luluk mempersembahkan “The New Generation Mezzo Jazz Award”, sebuah penghargaan yang khusus diperuntukkan bagi para pemusik muda untuk mempertahankan tradisi jazz di Indonesia. (man)