54 Kucing Berlaga di Elos

54 Kucing Berlaga di Elos

Berita

Sebanyak 54 kucing berlaga menghibur para pengunjung di Ekalokasari Plaza, Minggu (17/9). Kegiatan tersebut merupakan hajatnya mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan mengusung tema “ Be My Beautiful Cat”.

Ternyata tidak hanya manusia yang bisa berlaga di atas pentas, kucing pun bisa membuktikannya melalui acara ini. Kucing dengan beraneka jenis dan nama dari sang pemiliknya, diberikan kesempatan mempertontonkan kelebihannya masing-masing. Tercantum beberapa nama kucing, Sweetbear, Chilia dan Hanny.

Kegiatan tersebut dibagi ke dalam tiga bagian. Yakni, cat show, fashion show serta talk show My Healthy cat. Peserta dapat mengikuti dua kategori sekaligus.

Untuk cat show, dibagi menjadi tiga kategori. Yakni, pedigry atau mempunyai surat silsilah yang jelas, non pedigry dan domestik (kucing lokal). Sementara pedigry, dibagi menjadi tiga macam. Yakni Kucing jenis Persia, Eksotik (jenis kucing aneh) dan colour point (warna kaki, kepala kucing berbeda dengan warna tubuh).

Untuk mengikuti perlombaan tersebut panitia menentukan batasan dan persyaratan yang harus dipatuhi peserta,. Yakni kucing tidak sedang hamil, menyusui, berjamur, berkutu dan kucing harus dalam kondisi yang sehat.

Disamping itu, ada penilaian di dalam kandang yang dilakukan oleh juri, drh, Permanawati dan drh. Pristi. Kategori penilaiannya adalah, kesehatan, bentuk kepala, telinga, hidung, tubuh dan letak mata.

Sementara itu, Ketua panitia Bogor Cat Show, Yenni Saraswati, mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka memperkenalkan jenis kucing kepada masyarakat dan meluruskan presepsi negatif masarakat terhadap kucing selama ini.

“Masing banyak yang takut untuk memelihara kucing, padahal hal tersebut tergantung pemeliharaan,” katanya.

Ia berharap, dengan adannya kegiatan ini, persepsi dan wawasan masyarakat terhadap kucing bisa bertambah. Ditambahkannya bahwa kucing itu hewan yang jinak dan tidak berbahaya.

“Jika kita bertemu dengan kucing, jangan mengusir atau memperlakukannya dengan kasar. Diusahakan kita harus bisa mencintai hewan, yang salah satunya kucing ini,” ujarnya. (man)