Tiga Negara Siap Investasi di Bidang Perikanan dan Kelautan Indonesia
Sekitar 510 perusahaan dari tiga negara, Fhilipina, China dan Thailand, siap menanamkan modal di Indonesia dalam bidang perikanan dan kelautan, dengan total investasi 300 – 500 juta dollar.
Begitu dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Fredy Numberi, pada Seminar Nasional Perikanan Tangkap “Menuju Paradigma Teknologi Perikanan Tangkap yang Bertanggungjawab dalam Mendukung Revitalisasi Perikanan.”
Seminar sekaligus Purnabakti Prof. Dr.Ir. Daniel R. Monintja, (Guru Besar Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (PSP FPIK-IPB)) tersebut bertempat di Auditorium Rektorat, Kampus IPB Darmaga, Bogor (11/8), Kerjasama antara PSP FPIK-IPB dan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).
“Investasi itu rencanannya akan ditanamkan di Bitung oleh perusahaan Fhilipina dan Thailand sementara di Papua oleh perusahaan China,” ujarnnya.
Hal tersebut dikatakannya terkait dengan penangkapan ikan oleh asing, dimana solusinya hasil tangkapan tidak lagi di bawa keluar negeri. Namun, disiasati dengan upaya menanamkan investasi dengan membangun indsutri perikanan, sehinggga keuntungan berada di Indonesia.
Ia mengakui, selama ini hasil tangkapan oleh asing di Indonesia masih di bawa keluar negeri, sehingga merugikakan negara.
“Dengan investasi seperti itu, mudah-mudahan industri kita akan tumbuh. Sehingga dapat membuka lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan serta mendorong ekspor,” ujarnya.
Namun, dalam berinvestasi menteri menegaskan, tidak sembarangan industri asing bisa menanamkan modalnya di Indonesia. Tapi harus mengikuti aturan yang ada.
”Bagi mereka yang akan menanamkan modalnya tidak bisa begitu saja, ada aturan main yang harus dipatuhi. Salah satunya wajib merangkul nelayan tradisional,” ujarya.
Selain itu menteri mengatakan, kerjasama yang dibangun juga ditujukan untuk merecord potensi yang ada dalam upaya menyelamatkan potensi perikanan dan kelautan Indonesia.
”Dengan adannya record tersebut kita bisa tahu jumlah ikan yang ditangkap, jenis ikan dan lain sebagainya, sehingga mempermudah pengambilan kebijakan yang akan diambil terhadap wilayah – wilayah penangkapan,” Ujarnya.
Sehingga, Ia mengatakan, dengan record tersebut diharapkan dapat membantu menganalisa, meneliti dan melihat potensi yang akan dilakukan dalam penangkapan.
Terkait upaya menarik investor ke dalam negeri, menteri menghimbau kepada tiap daerah untuk tidak mempersulit investor sehingga mereka enggan untuk berinvestasi.
“Pada awalnnya janganlah terlau membuat aturan yang terlalu sulit dan berbelit-belit. Berikanlah kemudahan bagi mereka. Setelah berjalan dengan baik maka bisa dibicarakan hitungannya, pajak dan sebagainya,” ujarnya. (man)