Pra Universitas IPB Santri BUD Ditutup
Pra universitas calon mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) jalur Biaya Utusan Daerah (BUD) Departemen Agama (Depag), ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor I IPB Prof.Dr.Ir. M. Achmad Chozin M.Agr, Rabu (9/8). Acara yang bertempat di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Darmaga itu dihadiri oleh seluruh peserta pra universitas, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Depag, dan sejumlah pimpinan IPB.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Depag, Drs.H. Amin Haedar,M.Pd., dalam sambutannya menuturkan, IPB merupakan pionir dalam memberikan kesempatan belajar bagi para santri di perguruan tinggi. “IPB telah mengangkat derajat pondok pesantren yang selama ini termarjinalkan dalam bidang IPTEK. Hal ini tentu saja menjadi kebanggaan Depag, karena akhirnya Ponpes diberi kesempatan yang sama dengan sekolah umum lainnya,” kata Haedar.
Sementara itu, Ketua Tim BUD yang juga Direktur Kerjasama
Dr. Ir. Hardinsyah, MS., mengumumkan lima peserta pra universitas yang memiliki nilai baik selama kegiatan berlangsung. Mereka adalah Saidatul Husnah (Ponpes Darul Ulum – Jombang Jawa Timur), Hamka Surya Nugraha (Ponpes Cipasung – Tasikmalaya Jawa Barat), Eko Zulkaryanto (Ponpes Nurul Huda – Lampung), Khoirun Ibnu Farid dan Anna Amania Kusnayaini (Ponpes Al-Mukmin Ngruki – Sukoharjo Jawa Tengah),
Kepada para peserta pra universitas lainnya, Hardinsyah meminta agar lima yang terbaik tersebut dijadikan teladan dan tempat belajar bagi mereka.
Di tempat yang sama, Gunaryo santri Ponpes Sirojul Mukhlasin II Magelang mengucapkan terima kasih kepada Depag dan IPB yang telah memperhatikan para santri. Karena menurutnya, mereka juga adalah bagian dari anak bangsa di negeri ini. (nm)