Masyarakat Akuakultur Indonesia Berkumpul di Bogor

Masyarakat Akuakultur Indonesia Berkumpul di Bogor

Berita

Guna mengetahui dan memanfaatkan bioteknologi dalam akuakultur secara tepat guna, efektif dan efisien, Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Simposium Nasional Bioteknologi dalam Akuakultur, Rabu (5/7). Acara yang mengambil tempat di Hotel Salak Jln. Ir.H.Juanda tersebut merupakan hasil kerjasama FPIK IPB dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP).

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Odang Carman mengatakan, kegiatan ini diharapkan menjadi forum yang sangat bermanfaat bagi masyarakat akuakultur (praktisi/pengusaha, peneliti, akademisi, penentu kebijakan dan pengguna/konsumen) dalam rangka menggapai dan mewujudkan cita-cita akuakultur dalam penyediaan pangan, ikan hias, bahan baku industri, pariwisata dan konservasi di Indonesia.

“Ketertinggalan kita dalam mengikuti perkembangan bioteknologi, mungkin menjadi salah satu penyebab lesunya prospek bisnis di bidang akuakultur. Padahal di berbagai belahan dunia, bioteknologi merupakan tool yang terbukti mampu melipatgandakan produksi pangan dengan target yang lebih terukur, mampu mempercepat proses produksi secara efektif, mampu mengurangi biaya produksi, dan mampu mengarahkan proses pengaruh intervensi manusia terhadap alam menjadi lebih ramah,” papar Odang.

Lebih lanjut Odang menjelaskan, satu hal yang paling handal mengenai bioteknologi adalah penetrasinya dalam menembus berbagai bidang termasuk pertanian, peternakan, perikanan, kedokteran, bahkan hukum dan politik. Dalam aplikasinya di bidang akuakultur, bioteknologi telah membuktikan kemampuannya dalam mengatur reproduksi, menyediakan pakan yang tepat, murah dan ramah lingkungan, melipatgandakan pertumbuhan dan produksi hingga 30 kali lipat, serta memudahkan karakterisasi dan produksi induk/benih unggul.

Di tempat yang sama, Rektor IPB Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., dalam sambutannya meminta para pakar untuk dapat mengembangkan bioteknologi agar dapat diaplikasikan dalam bidang budidaya air tawar.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) RI, Adien H. Tasyoto, diikuti oleh sekitar 250 peserta, berasal dari perguruan tinggi, lembaga/badan penelitian, mahasiswa dan peserta industri/swasta. Sementara, jumlah makalah yang akan dipresentasikan secara lisan sebanyak 52 makalah yang dibagi dalam empat kelompok parallel, yaitu Genetik (13 makalah), Nutrisi (13 makalah), Kesehatan dan Lingkungan (13 makalah), dan Reproduksi (13 makalah), serta 10 makalah lainnya disajikan dalam bentuk poster. (NM)