Seminar Terapi Air dan Jus

Seminar Terapi Air dan Jus

Berita

Klinik Konsultasi Gizi dan Klub Diet Departemen GMSK IPB kerjasama FEMA IPB, menggelar Seminar Populer “Terapi Air dan Jus Untuk Kesehatan dan Kecantikan”, (14/1) di Gedung Alumni IPB, Bogor. Hadir sebagai pembiacara dosen Departemen Gizi Masyarakat yang sekaligus Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr. Rimbawan, Ahli Gizi Kuliner, Dra. Emma S. Wirakusumah, M.Sc., dengan moderator, Ir. Cesilia Meti Dwirian, M.Sc.

Dalam presentasinya, Dr. Rimbawan mengatakan, ada beberapa macam air minum yang beredar di masyarakat, diantarnya adalah, air dalam kemasan, isi ulang, beroksigen, heksagonal dan sebagainya.

“Pada dasarnya air yang sehat untuk diminum secara fisik tidak berwarna, tidak berbau dan tidak memilki rasa tertentu. Secara biologis tidak mengandung mikroba patogen dan secara kimia tidak mengadung logam berat,” ujarnya.

Disamping itu, Ia memaparkan kiat memilih air dalam kemasan yang banyak tersedia di pasar. Diantaranya dengan memilih tempat penjualan. “Jangan membeli di sembarang tempat dan kemasan super hebat serta harga supermarket belum tentu terjamin baik,” ujarnya.

Kemudian, cermatilah labelnya, apakah tercantum alamat produsen, komposisi, proses yang dipakai untuk sterilisasi, dan juga petunjuk penyimpanannya. Cek juga keutuhan segel serta lihatlah kualitas air secara fisik, yakni kejernihan, bau serta warnannya. “Untuk memastikan hal tersebut bisa melakukan uji kimiawi di lab,” ujarnya.

Dalam hal jus, Dra. Emma mengatakan, buah dan sayur mengandung berbagai zat gizi (terutama mineral dan vitamin) yang penting untuk menjaga kesehatan dan kecantkan tubuh. Diamping itu juga terdapat zat non gizi dan phytonutrien yang tidak kalah hebatnya.

“Oleh karena itu, pemanfaatannnya semakin luas sebagai bahan utama dalam pembuatan jus untuk mencegah dan mengendalikan berbagai penyakit degeneratif,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan kemajuan teknologi, maka terbuka cara mudah sehingga buah dan sayur dapat dimanfaatkan secara optimal, yaitu dengan membuatnya menjadi jus segar. “Enak dan praktis untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat beberapa keuntungan dalam mengkonsumsi jus, diantaranya, kemudahan menghabiskannya, konsistensi yang cair dari jus memungkinkan zat-zat terlarutnya mudah diserap oleh tubuh. “Dengan dibuat jus, dinding sel selulosa dari buah dan sayur akan hancur dan larut sehingga lebih mudah untuk dicerna oleh lambung dan saluran pencernaan,” ujarnya. (man)