IPB University Fasilitasi Dialog Ilmiah Ungkap Strategi Huluisasi dan Hilirisasi Sawit Nasional

IPB University Fasilitasi Dialog Ilmiah Ungkap Strategi Huluisasi dan Hilirisasi Sawit Nasional

IPB University Fasilitasi Dialog Ilmiah Ungkap Strategi Huluisasi dan Hilirisasi Sawit Nasional
Berita

Departemen Agribisnis IPB University memfasilitasi dialog ilmiah yang melibatkan para pakar, praktisi, dan pembuat kebijakan. Hal itu dilakukan melalui “Seminar Nasional: Huluisasi dan Hilirisasi Sawit sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia serta Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Energi Nasional”.

Dalam sambutannya, Prof Bayu Krisnamurthi, Guru Besar Departemen Agribisnis IPB University, menegaskan pentingnya hilirisasi sebagai kebijakan strategis yang berdampak luas bagi perekonomian nasional.

“Sawit adalah contoh nyata keberhasilan industrialisasi Indonesia di sektor pertanian. Namun, keberlanjutan dan peningkatan produktivitas di sektor hulu menjadi kunci agar hilirisasi memberikan manfaat optimal,” ujarnya.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria, menyoroti peran IPB University dalam mendorong inovasi teknologi yang telah diadopsi industri sawit nasional. Salah satunya adalah penggunaan teknologi pemetaan berbasis citra satelit.

“IPB University telah mengembangkan teknologi pemetaan unsur hara berbasis citra satelit yang telah diterapkan di 854.000 hektare lahan sawit. Teknologi ini meningkatkan efisiensi pemupukan hingga 30 persen, memperkuat sektor hulu, serta mendukung hilirisasi yang lebih kompetitif,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, IPB University juga mengembangkan inovasi produk berbasis limbah sawit, seperti rompi antipeluru dan pakaian berbahan serat sawit yang telah dikomersialisasikan.

Prof Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (PPN/Bappenas) dalam pernyataannya menegaskan, sawit merupakan komoditas strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.

“Sawit tidak hanya menopang pertumbuhan ekonomi dan energi nasional, tetapi juga menjadi komoditas unggulan dalam mendorong implementasi ekonomi sirkular dan rendah karbon,” ujar Prof Rachmat yang juga Guru Besar Departemen Agribisnis IPB University.

Diskusi ini juga menjadi panggung bagi IPB University untuk menggarisbawahi urgensi integrasi hulu-hilir dalam pengembangan agribisnis sawit. Prof Bayu menekankan, “Hilirisasi tanpa huluisasi hanya akan menghasilkan ketimpangan nilai tambah. IPB University siap berperan aktif dengan riset dan kebijakan yang memastikan keberlanjutan sistem agribisnis sawit nasional.”

Seminar ini menghasilkan beberapa rekomendasi penting, antara lain 1) percepatan inovasi teknologi pertanian dan bioenergi berbasis sawit; 2) penguatan peran petani plasma melalui kemitraan strategis dan program sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO), 3) integrasi riset IPB University dengan kebutuhan industri untuk mendukung hilirisasi yang berbasis keberlanjutan, dan 4) dukungan kelembagaan bagi petani dalam menghadapi tantangan regulasi kawasan hutan.

Prof Bungaran Saragih, dalam penutupan, menegaskan bahwa IPB University selama ini telah menjadi pelopor sistem agribisnis di Indonesia dan akan terus berkontribusi dalam membangun model pembangunan sawit yang berdaya saing global. (*/Rz)