Guru Besar IPB Kembangkan Obat Herbal Atasi Diare Berdarah pada Ayam

Guru Besar IPB Kembangkan Obat Herbal Atasi Diare Berdarah pada Ayam

Prof.-Umi-Cahyaningsih
Riset

Indonesia telah melakukan kajian ekonomi pada ayam pedaging yang diinfeksi E. Maxima (penyebab koksidiosis atau diare) dan menunjukkan bahwa pendapatan peternak ayam pedaging berkurang Rp 4.000,-/ekor/periode. Jika satu persen populasi ayam pada tahun 2015 terkena koksidiosis maka kerugiannya mencapai 76 miliar rupiah. Kerugian ekonomi di Amerika akibat kasus yang sama mencapai 1,5 miliar dolar Amerika dan di India (2003-2004) menimbulkan kerugian sebesar Rs 1,14 miliar.

Untuk pencegahan dan pengendalian koksisdiosis, peternak biasanya melakukan pengobatan, vaksinasi, dan manajemen kandang. Namun vaksin harus didatangkan dari Amerika atau Eropa. Angka impor vaksin selama satu tahun bisa mencapai 98 miliar rupiah.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH IPB), Prof.Dr.drh. Umi Cahyaningsih, MS mengembangkan vaksin dari Eimeria isolat lokal sebagai bahan dasar vaksin dan tanaman berkhasiat obat untuk mengurangi resistensi dan mencegah adanya residu obat pada daging dan telur. Dalam paparannya saat jumpa pers pra orasi di Kampus IPB Baranangsiang Bogor, Kamis (26/5), Prof. Umi menjelaskan ayam pedaging yang diberi obat antikoksidia secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan Eimeria sp resisten terhadap obat.

“Riset kami telah menemukan kasus resistensi ini pada peternakan ayam di Tangerang, Bekasi dan Bogor. Masih ditemukan ookista Eimeria pada feses ayam yang diteliti, artinya protozoa tersebut sudah resisten terhadap obat. Selain itu, obat yang antikoksidia yang dipakai terus menerus juga dapat menimbulkan residu pada daging, hati dan telur ayam,” ujarnya.

Prof. Umi kemudian meneliti delapan tanaman obat yang dapat menurunkan produksi ookista. Hasil penelitiaan ini menunjukkan tanaman obat asal Indonesia seperti Cucurbita moschata (labu kuning), Zingeber offinal (jahe), Tinospora crispa (brotowali), Zingiber aromaticum (lempuyang wangi), A. Indica (daun mimba), Cordyline fructicosa (hanjuang), Morinda citrifolia (mengkudu) dan Phyllanthus niruri (meniran) mampu menurunkan stadium skizon, mikrogamet, makrogamet dan ookista yang ada dalam usus ayam.

“Dengan adanya isolat Eimeria dan tanaman berkhasiat obat asal Indonesia yang berpotensi untuk mencegah dan mengendalikan koksidiosis sehingga tidak perlu mengandalkan impor vaksin dan bahan dasar obat dari luar negeri,” ujarnya.(zul)