63 Dokter Hewan Baru IPB Disumpah

63 Dokter Hewan Baru IPB Disumpah

Berita

Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB) mewisuda 63 dokter hewan baru dalam Upacara Pengambilan Sumpah Dokter Baru tahap I tahun 2007 Kamis (24/5) di Auditorium J.H Hutasoit Fakultas Peternakan Kampus IPB Darmaga.
" Selamat bagi dokter baru dan keluarga, semoga bisa meniti karir sesuai profesinya. Masih banyak pekerjaan rumah dan tantangan yang kita hadapi di masa depan. Sebaagi informasi, di bidang veteriner IPB saat ini sedang memfokuskan diri pada penelitian tropical animal diseases," sambut Wakil Rektor I, Prof.Dr. Ir. Ahmad Chozin mewakili Rektor IPB yang sedang menjalankan tugas ke Amerika Serikat.

Dekan FKH IPB, Dr. drh. Heru Setijanto mengatakan berbagai kontribusi Kedokteran Hewan IPB di bidang kesehatan hewan. "Dalam sejarah FKH IPB telah berkontribusi diantaranya ; menemukan vaksin tetelo, Bakteri Strepto strain Suhajo, pasta gigi Imunodent, berperan aktif bersama pemerintah dalam pencegahan penyakit kuku dan mulut, penelitian protein susu sapi perah, satuan tugas klinik hewan, penggagas konsep Pangan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), produksi vaksin flu burung, riset berbagai penyakit hewan menular, fitofarmaka, dan sebagainya."

Lebih lanjut, Heru menjelaskan profesi kedokteran hewan sekarang ini sedang diuji dengan merebaknya kasus flu burung. "Pemerintah mulai melihat peran pentingnya dokter hewan dalam melindungi kesehatan hewan dan masyarakat," imbuhnya. Padahal menurutnya, penyakit menular (zoonist) bukan hanya flu burung saja, namun ada 156 penyakit. Penyakit-penyakit tersebut membutuhkan penanganan yang serius. Profesi dokter hewan banyak dibutuhkan masyarakat, sayangnya pemerintah belum mengakomodasi profesi ini. Di beberapa wilayah Indonesia, masih ditemukan profesi yang berkaitan kesehatan hewan (animal health dan medical) dijabat oleh lulusan yang berlatar belakang sosial bukan dokter hewan. Untuk menguasai ilmu kesehatan hewan bukanlah hal yang mudah. "Paket ilmu pengetahuan yang diajarkan di kedokteran hewan tak jauh berbeda dengan jurusan dokter manusia dan tak bisa disamakan dengan jurusan-jurusan di IPB. Ada tingkatan core knowledge-nya," ujar Heru.

IPB sendiri membagi 3 tingkat core knowledge kedokteran hewan yaitu Tingkat Persiapan Bersama (TPB), mayor kedokteran hewan (sarjana), dan profesi dokter hewan (dokter). "Keberadaan TPB bagi sarjana kedokteran hewan menambah beban mata kuliah yang kurang dibutuhkan, memadatkan aktivitas kuliah dan mengurangi jumlah mata kuliah profesi dokter hewan sebesar 10 persen," urai Heru. Ia mengusulkan dibukanya sekolah kedokteran hewan, dengan tujuan efesiensi dan menghasilkan dokter hewan berkualitas internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), drh.Wiwik Subagja menyayangkan kekurangpedulian pemerintah terhadap profesi kedokteran hewan yang sebenarnya sangat dibutuhkan masyarakat. Hal ini terlihat dari minimnya jumlah perguruan tinggi yang membuka fakultas kedokteran hewan. Jumlah dokter hewan tak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia. " Di Indonesia hanya ada 5 fakultas kedokteran hewan untuk menangani kesehatan hewan 200 juta jiwa. Bandingkan dengan Filipina. Jumlah penduduknya yang 80 juta saja, memiliki 21 fakultas kedokteran hewan," tandasnya. (ris)