40 Santri Ponpes Belajar Agribisnis Perikanan di IPB
Sebanyak 40 orang lulusan pesantren se-Indonesia
mengikuti “Pelatihan Agribisnis Perikanan Untuk
Lulusan Pesantren” di Kampus Institut Pertanian Bogor
(IPB) Darmaga, Senin (12/2). Pelatihan ini
diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan
Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB bekerjasama dengan
Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren
Departemen Agama (Depag) RI.
Acara pembukaan yang mengambil tempat di Ruang
Perkuliahan Sumberdaya Pesisir dan Lautan (SPL)
Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK) IPB, dan dibuka
secara resmi oleh Kepala LPPM IPB Prof. Dr. Rizal
Syarief Sjaiful Nazli, DESS., akan berlangsung hingga
tanggal 24 Februari 2007 mendatang.
Dalam sambutannya, Prof. Rizal Syarief mengatakan,
pelatihan yang diikuti para peserta dari pesantren ini
merupakan salah satu bentuk menuntut ilmu. Sementara,
menuntut ilmu diwajibkan dalam agama dan termasuk
jihad fii sabiilillah.
Prof. Rizal Syarief juga meminta agar para peserta
pelatihan membiasakan diri menerapkan manajemen
Khalifah Umar. Dijelaskan, Khalifah Umar senantiasa
menerapkan manajemen yang progresif, proaktif dan
berpikir alternatif atau selalu banyak memiliki solusi
dan ide.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rizal Syarief
menyebutkan beberapa langkah yang harus diambil oleh
seorang calon bisnisman. Pertama, terangnya, hendaknya
dimulai dengan mimpi besar atau dalam istilah bisnis
disebut dengan visi. Setelah itu gunakan brand
strategic atau membuat merk, dilanjutkan dengan
mempelajari cara pemasaran, menggunakan teknologi dan
terakhir melakukan networking atau silaturrahim.
Sementara itu, Sekretaris Pusat Kajian Sumberdaya
Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB, Ir. Ruddy Suwandi, MS,
M.Phil, selaku pelaksana kegiatan mengatakan, materi
pelatihan meliputi pemberian materi di kelas, praktik
pengolahan ikan, praktik budidaya ikan, latihan
implementasi bisnis, outbond, dan fieldtrip ke Muara
Angke.
Tentang daerah asal peserta pelatihan, disebutkan,
mereka berasal dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,
Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau,
Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu,
Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan,
Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi
Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa
Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Banten. (nm)