Jumling Pertama di Mesjid Darussolihin

Jumling Pertama di Mesjid Darussolihin

Berita

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara IPB dengan masyarakat yang berada di 14 desa lingkar kampus IPB, Jum’at (24/11), IPB diwakili kantor Prohumasi, LPPM dan Direktorat SDM dan AU melaksanakan Jum’atan keliling (jumling).

“Jum’atan keliling atau biasa kita sebut jumling ini dilakukan dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara IPB dengan masyarakat yang berada di lingkar Kampus,” begitu dipaparkan oleh Kordinator Lingkar Kampus IPB, Drs. Awaludin disela kesibukannya.

Jumling adalah suatu program yang dilakukan setiap hari Jum’at, dengan melaksanakan Jum’atan keliling bersama antara pimpinan atau civitas IPB dengan tokoh-tokoh masyarakat. Pada kesempatan ini yang mendapatkan giliran Jumling pertama adalah Mesjid Darussolihin, Desa Cihieung Ilir, Kabupaten Bogor.

Hadir pada saat itu Kabid Protokoler Kantor Prohumasi IPB, Kuwat Santoso, S.Sos, MM., Drs.Awaluddin, Waladan Mardija, Amd., Rachman H.M., Muhidin, SE., Cecep Abdul Wahab, Bambang Andriyanto, Yanri, SE., Djoko Winardi, Endih Mandayong, dari Kantor Pelayanan Hukum, Lukman Hakim, Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarkat, Drs. Suhaemi, Ir. Maman Nurjaman, Direktorat SM dan Administrai Umum, Ir Suherman.

Sementara dari pihak Mesjid Darussolihin hadir Pimpinan sekaligus Ketua DKM Darussolihin, KH. Sulaeman, SE, dan Atang Suryadimulya, serta Sekretaris Desa Cihideung Ilir, Sofyan.

Pada kesempatan tersebut sambutan diberikan ramah dari tuan rumah. Mereka menyambut baik kegiatan ini, dimana bertujuan menambah erat tali silaturahmi antara IPB dengan masyarakat. Dimana intinya Ketua DKM mengharapkan terjadinya suatu kerjasama yang baik antara pihaknya dengan IPB.

“Kami mengharapkan ada kerjasama yang baik anatara IPB dengan kami. Tak ada salahnya para mahasiswa selain menimba ilmu dunia di IPB, juga bisa menimba ilmu agama di kami,” ujar pimpinan pondok pesantren Darussolihin, KH. Sulaeman SE, usai melaksanakan shalat Jum’at.

Pondok Pesantren Darusslihin juga membuka sekolah SMP dan SMA. Namun mata pelajarannya diperbanyak dalam bidang keagamaan.

Pada akhir acara, IPB memberikan bingkisan dan kenangan berupa, tuga buah Al Qur’an, 30 buku Surat Yassin, dan lima buah Juzama. (jko/man)